Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) guna membuka peluang lebih luas bagi putra daerah menempuh pendidikan kedinasan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

"Kerja sama ini akan segera kami tindak lanjuti untuk memberikan peluang lebih besar bagi generasi muda Kalbar yang ingin menempuh pendidikan di bawah naungan BMKG. Ini penting dalam menyiapkan SDM yang kompeten di bidang tersebut," kata Sekda Kalbar Harisson usai pertemuan dengan pihak STMKG di Pontianak, Kamis.

Harisson mengatakan kerja sama tersebut merupakan respons atas minimnya keterwakilan putra daerah Kalbar di STMKG dalam hampir satu dekade terakhir.

Ia menjelaskan, Pemprov Kalbar bersama STMKG akan membentuk tim kerja untuk menyusun draft nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar implementasi kerja sama.

Menurut dia, dukungan pemerintah daerah diharapkan mampu menjadikan STMKG sebagai model kolaborasi pendidikan kedinasan dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang memiliki wawasan global sekaligus berorientasi pada pembangunan daerah.

Sementara itu, Rektor STMKG Deni Septiadi menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap kerja sama ini dapat memperbesar akses putra-putri Kalbar untuk masuk ke sekolah kedinasan tersebut.

Ia menuturkan, lulusan STMKG nantinya akan diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan BMKG dan diharapkan kembali ke daerah asal untuk berkontribusi dalam pembangunan.

"Kami berharap semakin banyak putra daerah Kalbar yang dapat kuliah di STMKG. Setelah lulus, mereka akan menjadi ASN dan kembali ke daerah untuk membangun wilayahnya," ujarnya.

Deni mengungkapkan, selama ini salah satu kendala utama adalah tingginya ambang batas kelulusan (passing grade). Untuk itu, mulai tahun 2026 STMKG akan memberikan kuota afirmasi khusus bagi calon mahasiswa asal Kalbar.

Menurut Deni, kerja sama ini menjadi sangat penting mengingat Kalbar merupakan wilayah yang kerap menghadapi tantangan kebencanaan seperti curah hujan tinggi, kemarau ekstrem, serta fenomena El Nino, sehingga membutuhkan tenaga ahli di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi.

"Selain menjanjikan status ASN, STMKG juga membuka peluang pengembangan karier bagi lulusannya, termasuk akses beasiswa melalui program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan serta kerja sama internasional, di antaranya dengan perguruan tinggi di Inggris dan Tiongkok," tuturnya.



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026