Bengkayang (ANTARA) - Polres Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), menggandeng PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyosialisasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani sebagai upaya memperkuat pembiayaan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung di daerah tersebut.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan akses permodalan menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani dalam meningkatkan produktivitas. Karena itu, kehadiran KUR dinilai sebagai solusi konkret untuk mendorong pengembangan usaha pertanian.
“Bengkayang merupakan salah satu pemasok jagung ke Bulog di Kalimantan Barat. Potensi ini perlu terus didorong, salah satunya melalui dukungan pembiayaan yang mudah diakses petani,” ujar dia di Bengkayang, Jumat.
Penguatan sektor pertanian tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), katanya menambahkan.
Menurut dia, sinergi antara kepolisian, perbankan, dan petani menjadi kunci dalam mewujudkan target Bengkayang sebagai salah satu sentra produksi jagung di Kalimantan Barat, bahkan berpotensi menjadi lumbung jagung nasional.
Kapolres juga menegaskan akan melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap distribusi serta penjualan hasil panen guna memastikan petani memperoleh harga yang wajar dan kesejahteraan tetap terjaga.
Sementara itu, perwakilan Bank Mandiri Bengkayang Nanda Patria Akbar menjelaskan KUR dirancang dengan suku bunga rendah dan prosedur yang relatif sederhana agar dapat dijangkau oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk petani.
Ia memaparkan mekanisme pengajuan KUR mulai dari persyaratan administrasi, jenis pembiayaan, hingga proses pencairan dana. Selain itu, skema pembayaran juga dapat disesuaikan dengan siklus usaha pertanian, termasuk masa panen.
“Pembiayaan KUR dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif seperti pembelian sarana produksi pertanian, alat dan mesin pertanian, hingga pengembangan lahan,” katanya.
Pihaknya, menurut Nanda, juga memastikan fleksibilitas dalam sistem pembayaran serta membuka peluang pengajuan kredit secara kolektif melalui kelompok tani, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.
"Kami berharap dengan sosialisasi ini pemahaman petani terhadap akses pembiayaan semakin meningkat sehingga mampu mengoptimalkan potensi pertanian jagung di Kabupaten Bengkayang secara berkelanjutan," ujar dia.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026