Semarang (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peredaran elpiji oplosan, salah satunya dengan memastikan segel hologram resmi pada tabung elpiji.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT Taufiq Kurniawan, di Semarang, Selasa, meminta masyarakat untuk selalu membeli elpiji di pangkalan resmi Pertamina.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu membeli elpiji di pangkalan resmi Pertamina dan memeriksa segel hologram resmi pada tabung elpiji," katanya.
Menurut dia, hologram tersebut dapat dipindai untuk menampilkan informasi resmi mengenai produk elpiji Pertamina.
"Jika hasil pemindaian tidak menampilkan data apapun, maka produk tersebut patut diduga tidak resmi," katanya.
Hal itu disampaikannya seiring dengan keberhasilan Direskrimsus Polda Jateng dan Polres Karanganyar mengungkap sindikat pemalsuan elpiji berkedok penyuntikan elpiji 3 kg bersubsidi ke tabung non subsidi di Semarang dan Karanganyar, Jateng.
Ia memastikan Pertamina terus bersinergi dengan Dinas Perdagangan dan Kepolisian untuk memperkuat pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi.
Masyarakat juga diimbau untuk turut serta dalam menjaga agar subsidi elpiji benar-benar dinikmati oleh yang berhak.
Atas keberhasilan pengungkapan kasus itu, ia menyampaikan apresiasi atas tindakan tegas yang telah dilakukan terhadap pelaku penyalahgunaan elpiji bersubsidi.
"Di situasi energi global seperti saat ini kami sangat mengapresiasi langkah tegas yang dilakukan Polri. Pengungkapan kasus penyalahgunaan subsidi yang merugikan negara dan masyarakat ini penting agar peredaran elpiji tidak langka di masyarakat," katanya.
"Kami mendukung sepenuhnya proses hukum yang berlangsung dan semoga wilayah lain juga mendapatkan perhatian yang sama dari Polri. Karena masyarakat resah dan banyak yang jadi korban," katanya.
Berbagai upaya telah dilakukan secara preventif, salah satunya melalui program Subsidi Tepat LPG, yang memastikan penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi hanya untuk masyarakat yang berhak.
Melalui situs web resmi https://subsiditepat.mypertamina.id, kata dia, masyarakat dapat mengecek pangkalan resmi terdekat dan memastikan pembelian LPG dilakukan di tempat yang terjamin keasliannya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat diharapkan tidak tergiur dengan harga miring dari pihak yang tidak memiliki izin resmi.
Tindakan seperti pengoplosan LPG tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan dan dapat menimbulkan kelangkaan di masyarakat.
Pertamina bersama aparat penegak hukum akan terus berkolaborasi dalam mencegah, mengawasi, dan menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan energi bersubsidi.
"Kita semua harus bersama-sama melawan praktik seperti ini karena dapat menimbulkan kelangkaan dan merugikan masyarakat luas," pungkasnya.
Pewarta: Zuhdiar LaeisUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026