Singkawang (ANTARA) - Tim Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Padang Cemara Sedau berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar empat hektare di Jalan Bandara, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang Yuyu Wahyudin, mengatakan kebakaran tersebut berlangsung selama tiga hari dengan total luasan terdampak mencapai empat hektare.

“Pada hari pertama luas lahan terbakar sekitar 3,5 hektare, hari kedua bertambah sekitar 0,5 hektare, dan pada hari ketiga tidak ditemukan penambahan area terbakar,” kata Yuyu di Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis.

Ia menjelaskan, proses pemadaman dilakukan secara intensif dengan melibatkan 11 personel gabungan yang dilengkapi peralatan pemadam seperti mesin pompa air dan perlengkapan pendukung lainnya.

Menurut Yuyu, kebakaran terjadi di lahan gambut dengan vegetasi berupa pakis, akasia, semak belukar, serta pepohonan hutan campuran. Kondisi tersebut menyebabkan tipe kebakaran yang terjadi meliputi kebakaran permukaan dan kebakaran bawah tanah (ground fire).

 

“Penanganan dilakukan menyeluruh hingga ke lapisan tanah, karena api tidak hanya membakar permukaan tetapi juga menjalar di bawah permukaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tim melakukan penyisiran pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan api benar-benar padam. Upaya tersebut turut didukung turunnya hujan dengan intensitas sedang yang membantu proses pemadaman.

“Berkat kerja sama tim di lapangan serta dukungan kondisi cuaca, api berhasil dikendalikan dan saat ini situasi di lokasi sudah padam serta kondusif,” katanya.

Sumber air untuk pemadaman berasal dari parit di sekitar lokasi yang dimanfaatkan selama operasi berlangsung, yakni sejak pukul 08.40 WIB hingga 17.15 WIB.

Yuyu memastikan seluruh personel telah menyelesaikan operasi pemadaman dan kembali ke markas. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada serta tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.

 

“Pencegahan menjadi kunci utama, sehingga partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.



 

Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026