Kota Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang, Kalimantan Barat, mendorong percepatan pembangunan apron Bandara Singkawang guna meningkatkan kelancaran operasional penerbangan serta memperkuat konektivitas daerah.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan meski Bandara Singkawang telah beroperasi, masih terdapat kendala teknis pada sisi apron yang belum diperpanjang. Kondisi ini berdampak pada efisiensi lalu lintas penerbangan.
“Ketika ada pesawat yang bersiap lepas landas, pesawat lain yang akan mendarat harus menunggu dan berputar di udara. Ini berpengaruh pada efisiensi waktu dan biaya,” ujarnya di Singkawang, Selasa.
Menurut dia, keterbatasan apron menjadi salah satu faktor penghambat optimalisasi layanan penerbangan, terlebih di tengah tren peningkatan jumlah penumpang pada rute Singkawang–Jakarta yang kini mencapai dua kali penerbangan per hari dan dapat meningkat hingga empat kali pada periode tertentu seperti hari besar.
Selain itu, lanjutnya, kenaikan harga avtur turut menambah beban operasional maskapai, sehingga peningkatan infrastruktur bandara menjadi semakin mendesak untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi.
Pemkot Singkawang, kata dia, terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait, agar pengembangan fasilitas bandara, termasuk perpanjangan apron, dapat segera direalisasikan.
Di sisi lain, lanjut Wali Kota, pemerintah daerah juga mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi.
Promosi destinasi wisata, kuliner, budaya, serta penyelenggaraan berbagai agenda menjadi strategi utama untuk menarik kunjungan wisatawan.
Ia menekankan pentingnya penyusunan kalender kegiatan secara konsisten sepanjang tahun guna menjaga arus kunjungan.
Pemkot menargetkan setiap bulan terdapat agenda kegiatan yang mampu meningkatkan daya tarik kota sekaligus menopang sektor transportasi udara.
“'Event' yang tersusun baik akan berdampak luas, tidak hanya bagi masyarakat Singkawang, tetapi juga daerah sekitar,” katanya.
Menurut dia, penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di bidang kuliner, memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional.
Ia berharap percepatan pembangunan infrastruktur bandara yang diiringi dengan peningkatan aktivitas pariwisata dapat berjalan selaras sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Dengan konektivitas yang semakin baik dan aktivitas pariwisata yang meningkat, diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus didorong secara optimal,” ujarnya.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026