Samarinda (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Disdikbud Kaltim) mengarahkan para guru terutama bagi tingkat pendidikan menengah atas untuk membangun ruang belajar yang kreatif dengan memanfaatkan gawai siswa secara optimal.
"Guru didorong untuk melakukan pembelajaran dengan pendekatan berbasis teknologi digital guna menyesuaikan perkembangan zaman, dan gawai tersebut harus dimonitor dengan baik demi efektivitas belajar," ujar Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin di Samarinda, Selasa.
Menurut Armin, pengawasan perangkat elektronik dalam pembelajaran amat ditekankan agar fokus anak didik tidak teralihkan pada aplikasi hiburan.
Demi mewujudkan sistem pendidikan kreatif berbasis digital, para pendidik secara rutin mendapatkan program pelatihan kompetensi profesional oleh Disdikbud Kaltim, baik melalui metode luring maupun daring.
Materi pembekalan tenaga pengajar saat ini tidak hanya berkutat pada penguasaan teknis akademis, melainkan turut mencakup peningkatan kecerdasan emosional dan interaksi sosial.
"Penyesuaian kurikulum pelatihan ini dirancang supaya setiap guru memiliki sensitivitas tinggi saat membimbing siswa yang menghadapi beragam problematika era modern," kata Armin.
Sebagai bentuk evaluasi, pemerintah provinsi mulai tahun ini menerapkan strategi baru berupa pendampingan langsung ke berbagai sekolah di wilayah tersebut.
Melalui langkah ini, pemerintah dapat mengukur secara pasti sejauh mana efektivitas proses belajar mengajar berjalan di lapangan.
Peran pengawas sekolah, ucap Armin, juga ikut direformasi agar lebih fokus mendampingi implementasi pembelajaran nyata di kelas daripada sekadar mengurus tumpukan beban administratif.
"Sementara itu, para kepala sekolah kami instruksikan menjadi figur penggerak yang selalu hadir menjamin terciptanya ekosistem pendidikan yang aman dan memotivasi," ungkap dia.
Tuntutan peningkatan kualitas pengajaran ini tentunya sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan jaminan dukungan materiil yang dinilai pihaknya memadai.
Menurut Armin, Kalimantan Timur kini tercatat sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kesejahteraan guru melampaui standar nasional berkat rutinitas penyaluran insentif bulanan.
“Jika secara nasional insentifnya Rp400 ribu, kami di Kaltim sudah memberikan Rp500 ribu per bulan,” cakap dia.
Kesejahteraan finansial yang terjamin ini diyakini pihaknya ampuh mendongkrak dedikasi para pendidik guna mendongkrak standar mutu pendidikan daerah.
"Upaya komprehensif ini dilakukan demi mencegah fenomena kehilangan pembelajaran yang sering dipicu oleh penerapan metode pengajaran pasif," demikian Armin.
Pewarta: Ahmad RifandiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.