Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kehutanan mendorong provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera menetapkan status siaga agar dukungan anggaran dan intervensi penanganan dapat langsung dioperasionalkan di lapangan.
"APBN tidak ada batasnya, sekali lagi tidak ada batasnya untuk penanggulangan karhutla ini. Jadi bagi daerah yang rawan karhutla, jika terjadi kasus, tolong segera tetapkan status siaga agar bisa segera mendapat penanganan," kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Pontianak, Kamis.
Dirinya menegaskan dukungan anggaran dari pemerintah pusat terbuka penuh bagi daerah yang menetapkan status siaga karhutla, sebagai langkah percepatan penanganan sejak dini.
Ia menilai langkah preventif menjadi kunci dalam menekan potensi kebakaran, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut seperti Kalimantan Barat. Upaya tersebut mencakup pengendalian tinggi muka air tanah melalui intervensi teknis seperti pembasahan kembali (rewetting) dan pengelolaan kanal.
Senada dengan itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan anggaran penanggulangan karhutla disiapkan tanpa batas dan tidak terpengaruh kebijakan efisiensi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Pemerintah pusat atas arahan Bapak Presiden mengatakan untuk penanggulangan bencana itu tidak ada batas anggarannya, tidak terkait efisiensi," tuturnya.
Menurut dia, kebijakan tersebut bertujuan memastikan respons cepat dan maksimal di lapangan, mulai dari tahap pencegahan hingga penanganan kebakaran skala besar.
BNPB juga telah mengimplementasikan dukungan tersebut melalui operasi terpadu, salah satunya dengan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca untuk menekan potensi kebakaran sejak dini, seiring peringatan kondisi cuaca kering dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Nah sekarang sudah dilakukan. Kalau kemarin hujan, kemudian mudah-mudahan nanti sore hujan, itu adalah sebagian karena operasi modifikasi cuaca," kata Suharyanto.
Selain itu, pemerintah menyiapkan dukungan pemadaman melalui udara apabila kebakaran meluas dan sulit dijangkau tim darat. Untuk wilayah Kalimantan Barat, disiapkan dua unit pesawat sebagai tahap awal yang akan ditambah sesuai kebutuhan.
"Untuk Kalimantan Barat, per hari ini akan disiapkan dua pesawat awal. Nanti apabila apinya membesar, tentu saja itu ditambah," katanya.
Dengan skema anggaran tanpa batas tersebut, pemerintah memastikan tidak ada kendala dalam mobilisasi sumber daya, baik personel, peralatan, maupun teknologi.
"Pemerintah berharap percepatan penetapan status siaga di daerah rawan dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla, sehingga dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga potensi gangguan lintas negara dapat diminimalkan," kata dia.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026