Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kesiapan ribuan personel gabungan beserta sarana prasarana pendukung operasi untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 di wilayah Kalimantan Barat.

Apel kesiapsiagaan yang digelar BNPB bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis, menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla secara terpadu.

"Apel kesiapsiagaan ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh sumber daya, baik personel maupun peralatan, dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla secara terpadu," kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB memeriksa kesiapan pasukan yang terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni Kementerian Kehutanan Wilayah Kalimantan hingga relawan masyarakat peduli api termasuk meninjau langsung kelayakan sarana prasarana penunjang seperti peralatan pemadam darat dan kendaraan operasional.

Baca juga: Menko Polkam minta Kalbar cegah Karhutla sejak dini

Dia menekankan bahwa seluruh instansi harus berada dalam kondisi siaga seiring dengan masuknya musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran, dan berharap dengan kesiapan peralatan yang optimal, dampak karhutla terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin.

Senada dengan hal itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago yang memimpin apel tersebut menegaskan bahwa kelengkapan alutsista dan kesiapan pasukan harus dibarengi dengan strategi deteksi dini yang kuat.

"Seluruh pihak harus mengutamakan upaya mitigasi dan deteksi dini, sehingga potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal melalui koordinasi antar-unsur yang telah disiagakan ini," kata dia.

Djamari menambahkan apabila masyarakat dan tokoh agama dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan maka kesadaran kolektif dan kepedulian warga juga ikut tumbuh menjadi pondasi penting dalam membangun ketahanan bencana.

Baca juga: Menteri Polkam tekankan kesiapsiagaan penanganan karhutla di Kalbar

"Saya mengajak untuk turut aktif dalam upaya pencegahan, laporkan apabila melihat aktivitas pembakaran karena pengendalian kebakaran hutan tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif seluruh kelompok masyarakat," jelasnya.

Pemerintah melalui BNPB turut mengerahkan berbagai dukungan, termasuk operasi udara melalui helikopter patroli dan water bombing, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah prioritas.

Selain itu, BNPB juga menyalurkan Dana Siap Pakai (DSP) dan bantuan peralatan seperti pompa air, selang, alat pelindung diri, dan sarana komunikasi untuk mendukung kesiapsiagaan daerah.

 

Baca juga: Menteri LH perketat penegakan hukum kasus Karhutla



Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026