Pontianak (ANTARA) - Salah satu cara untuk membunuh virus adalah merusak selnya. Sel bisa dirusak dengan macam-macam cara, salah satunya adalah bagaimana kita bisa membuat susunan lipid yang ada di sel itu yang tadinya teratur menjadi tidak teratur.

Adapun cara untuk merusak sel itu, bisa dengan zat cair yang (juga) mengandung lipid atau senyawa organik heterogen yang tidak larut dalam air (hidrofobik). Senyawa itu misalnya lemak, minyak, dan lilin. Namun senyawa ini dapat larut pada pelarut organik nonpolar. Senyawa organik yang dimaksud disini adalah virgin coconut oil (VCO), bahasa sederhananya yakni minyak kelapa murni.

Karena itu, VCO dapat membunuh virus corona. Kandungan lipid pada VCO dapat berinteraksi dengan lipid membran sel virus corona.

Pernyataan di atas merupakan kutipan wawancara dengan Pakar Agroindustri dari Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof Dr H. Thamrin Usman, DEA, pada tahun 2020 lalu. Ketika itu pandemi sedang merebak luas di Indonesia bahkan dunia, dan ada jutaan orang terjangkit COVID-19. 

Menurut Profesor Thamrin, VCO adalah lipid yang mengandung asam lemak laurat. Ketika VCO diberikan ke pasien positif COVID-19, reaksi badan menjadi segar karena senyawa laurin yang terbentuk di tubuh setelah mengonsumsi VCO merupakan antivirus. Itu artinya virus corona mati.

Menariknya lagi menurut dia, VCO secara keseluruhan merupakan lipid. Dan lipid dapat berinteraksi dengan lipid membran sel, salah satunya dengan membran sel virus corona. Ketika lipid berinteraksi dengan membran sel virus corona, akan terjadi kerusakan pada membran sel virus itu.

Minyak kelapa murni ini dihasilkan dari fermentasi santan kelapa tua. Diperlukan waktu fermentasi semalaman atau 24 jam untuk menghasilkan VCO yang bagus. Selain itu, harus hati-hati ketika memisahkan antara air dan minyak dari hasil ekstraksi santan yang berbentuk krim.

Pandemi COVID-19 sudah berakhir pada 2023. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 5 Mei 2023 mengumumkan mencabut status darurat kesehatan global. Kemudian Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No.17 tahun 2023 dan menetapkan pada 21 Juni di tahun yang sama, Indonesia mengakhiri Pandemi COVID-19.

Tulisan ini, sesungguhnya tidak sedang membahas penyakit COVID-19 yang telah menimbulkan trauma cukup dalam bagi generasi bangsa dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun yang diulas disini adalah sosok Thamrin Usman. Seorang guru besar dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Untan Pontianak. Rektor yang pernah menjabat selama dua periode 2011-2015 dan 2015-2019.

Sosok ini telah berpulang ke Rahmatullah pada Selasa (14/4/) dini hari, pukul 00.06 WIB. Thamrin Usman sempat menjalani perawatan di rumah sakit Kuching, Sarawak, almarhum didiagnosa sakit kanker pangkreas yang baru diketahui belum lama ini. 

Almarhum Thamrin Usman meninggal dalam usia 63 tahun, masih sebagai pengajar di FMIPA Untan. Ia meninggalkan seorang istri bernama Hj Dewi Ayumi, dengan tiga anak yakni Nabila Pyrenina, Abdurrahman Tsany dan Amirah Nurazizahdan, serta seorang cucu.

Pemakaman almarhum dilangsungkan pada hari yang sama setelah Shalat Zuhur. Jenazah dibawa dari rumah duka di Jalan Parit Haji Husein 2, Komplek Paris Royal Residence No.B15, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak ke Masjid Al-Muhtadin Untan pada pukul 11.00 WIB, untuk dishalatkan dan dimakamkan di pemakaman keluarga Jl Media, tak jauh dari kawasan Untan.

Proses pelaksanaan fardhu kifayah terhadap almarhum untuk "pulang" itu penuh haru dan dihadiri ratusan orang. Sejak dari rumah duka, saat shalat jenazah di masjid, hingga ke pemakaman, ratusan orang hadir untuk bertakziah. Hujan deras pun turut mengantarkan kepergian beliau. 

Karena ramainya itu, kakak kandung almarhum yang bernama Usman menyatakan sangat terharu. 

Kakak tertua itu menyampaikan permintaan maafnya jika selama bertugas baik sebelum menjadi rektor, saat menjadi rektor, maupun setelah tak lagi menjabat, ada perbuatan atau sikap almarhum yang demi menjalankan tugas dan karena kedisiplinannya, ada pihak-pihak yang tidak berkenan.

Figur teladan

Rektor Untan, Profesor Dr Garuda Wiko SH. MSi., saat pelepasan jenazah menyatakan Thamrin Usman merupakan figur teladan, memiliki komitmen dan berdedikasi tinggi dalam bidang pengetahuan. Apa yang sudah beliau berikan, menjadi inspirasi bagi pihaknya untuk terus membangun Untan ke depan.

Seorang peneliti alumni Fakultas Pertanian Untan, Demanhuri memiliki kesan tersendiri dengan sosok Thamrin Usman. Deman menyatakan pada awal kuliahnya, sering berdebat dengan almarhum yang baru saja menyelesaikan studi S3 di Perancis, terutama mengenai sistem pendidikan di perguruan tinggi negeri tertua di Kalbar itu.

Saat itu Demanhuri sebagai aktivis mahasiswa. Thamrin Usman baru menyelesaikan studi S3 di Perancis. Saat mereka berdiskusi, teori yang disampaikan almarhum lebih kepada teori barat. Sehingga sering terjadi perdebatan di antara mereka. Tetapi hal itu tidak menimbulkan permusuhan. Karena saat Thamrin Usman menjabat sebagai Dekan Fakultas MIPA hingga membangun Fakultas Kedokteran saat menjabat sebagai rektor, mereka membangun kolaborasi untuk beberapa proyek penelitian.

Proyek penelitian itu terkait pengolahan biji tengkawang. Tengkawang merupakan tanaman endemik dari Kalimantan Barat dengan nama latin Shorea Sp. 

Thamrin yang selalu concern mentransformasi pengetahuan masyarakat adat menjadi pengetahuan modern. Contohnya dalam pemanfaatan buah tengkawang secara tradisional digunakan untuk obat-obatan, makanan, dan kosmetika. "Tetapi secara teori ilmiah tidak kuat, maka beliau yang mengadakan penelitian," kata Demanhuri. 

Bahkan setiap tahunnya saat menjabat sebagai rektor, Thamrin Usman selalu membawa profesor profesor dari Perancis ke pabrik yang dikelola Demanhuri yang letaknya sangat jauh di hutan, sekitar 8 jam dari Pontianak.

Prof Thamrin juga sempat membuat prototipe sebuah produk olahan tengkawang. 

Dia menyatakan peninggalan lainnya yang tak kalah menarik, yakni produk tengkawang dari Kalbar bisa diakui sebagai produk pangan nasional. Itu merupakan hasil riset, diskusi dan kolaborasi Prof Thamrin bersama pihaknya, BPOM dan instansi terkait lainnya. 
Tengkawang ditetapkan sebagai produk pangan nasional pada 27 September 2023.

"Beliau selama jadi rektor, dari tahun 2016 sangat concern. Kami membuat produk lokal, kalau kami pendekatan sangat tradisional tidak ilmiah, beliau yang mengilmiahkan," katanya lagi. 

Dari hal itu, maka diakuilah oleh para institusi ilmiah, pemerintah. Selain tengkawang, ada banyak produk lainnya yang diriset beliau dari tidak ilmiah menjadi ilmiah, sehingga diakui secara keilmuannya.

Penelitian itu berharap, setelah berpulangnya Prof Thamrin, komitmen almarhum ketika masih hidup harus menjadi semangat bagi generasi muda dewasa ini. Penelitian dasar almarhum mengenai tengkawang juga kini banyak dikembangkan dosen muda, salah satunya untuk penemuan obat sakit jantung, stunting, dan penelitian-penelitian lainnya. 

Diharapkan pemikiran, ide dan karya yang sangat menginspirasi dari almarhum bisa dilanjutkan karena sangat bermanfaat, terutama menjadi produk unggulan di Kalbar.

Demanhuri menyatakan banyak belajar dari Prof Thamrin terutama dalam pengolahan biji tengkawang. Sesuai disiplin ilmu dan kepakaran yang dimiliki yang merupakan guru besar bidang Agroindustri. Sementara dirinya memiliki keterbatasan pengetahuan untuk hal berkaitan penelitian, dengan belajar dan bekerja sama dengan almarhum, persoalan tersebut dapat diatasinya.

Hujan deras mengguyur Pontianak, ketika langkah langkah kaki memikul peti dengan penutup kain beludru hijau meninggalkan teras masjid Al Muhtadin, komplek Universitas Tanjungpura Pontianak.
 
Dalam peti itu, jasad seorang cendekiawan sedang disemayamkan. Ia bukan sekadar cendekiawan, tetapi adalah cendekiawan yang tidak biasa. Dia menjadi dosen, peneliti, penulis, dan tokoh masyarakat yang dikenal luar di Kalimantan Barat.

Cendekiawan ini, di akhir hidupnya masih sebagai dosen di Fakultas MIPA yang ia pulalah yang merintisnya.

Kiprah dan karya 

Dekan Fakultas MIPA Untan Prof Dr Gusrizal menyatakan, selain menghasilkan beberapa hak paten, Prof Thamrin juga menghasilkan beberapa buku terkait bidang ilmiah seperti biodisel dan biopolimer. Disamping itu, Thamrin Usman juga menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal internasional. 

"Saya berharap pengetahuan yang sudah beliau berikan selama ini dapat semakin dikembangkan," katanya berharap.

Thamrin Usman lahir di Pontianak pada 10 November 1962. Ia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara dari pasangan Usman A. Syukur dan Hj. Salmah Abdullah. Ia bersekolah di SD 18 Kampung Dalam Pontianak dan tamat tahun 1974, tamat SMP YPK Pontianak pada 1977, dan SMA Negeri 2 Pontianak pada tahun 1981. 

Ia melanjutkan studi S1 jurusan Kimia di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan masuk melalui jalur Proyek Perintis II (PP II) tahun 1981, ini jalur tanpa tes dan lulus tahun 1987. Kemudian menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 di bidang Kimia Agroindustri di ENSCT-INP Toulouse Perancis pada tahun 1997.

Thamrin memulai karier pada perusahaan industri lem di Pontianak pada tahun 1988, namun tak berapa lama, pada November 1988 menjadi dosen Fakultas Pertanian Untan. 

Ketika Untan mendapat izin membuka prodi Matematika, Kimia, Biologi dan Sains Fisika pada 2001, Prof Thamrin ditunjuk menjadi ketua pengelola Fakultas MIPA persiapan. Kemudian pada 2002, Fakultas MIPA menerima mahasiswa untuk pertama kali dan Prof Thamrin diangkat menjadi Dekan pertama pada FMIPA pada 2003-2009. Kemudian diangkat kembali pada periode 2009-2013. 

Selama menjadi Dekan, Prof Thamrin juga menginisiasi pembukaan Program Pendidikan Dokter, Program Pendidikan Farmasi dan Program Keperawatan. Ketiga program ini kemudian hari berdiri menjadi Fakultas Kedokteran saat beliau menjadi Rektor. 

Gusrizal yang menyampaikan riwayat singkat serta kiprah dan karya almarhum, bahwa Thamrin Usman menjadi rektor Untan periode 2011-2015 dan 2015-2019. Menjadi Dekan FMIPA periode 2003-2009 dan 2009-2013. Menjadi ketua pengelola FMIPA persiapan tahun 2002-2006. 

Selain menjabat di lingkungan kampus, Thamrin juga aktif di lembaga dan organisasi kemasyarakatan. Di antaranya, Prof Thamrin Usman pernah menjadi ketua ICMI Kalbar, menjadi Dewan Pakar ICMI wilayah Kalbar, Ketua IV Dewan Masjid Indonesia wil Kalbar, Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Pengurus Masjid Mujahidin Kalbar, Tim Ahli di Bapedalda Kalbar, Ketua Umum Gema Nusa Kalbar, Direktur Yyayasan Pemberdyaaan Masyarakat Kalbar, serta pernah menjadi Badan Pengawas PDAM Kota Pontianak.

Selain berkiprah di dunia pendidikan tinggi, Prof Thamrin juga pernah menjadi anggota Majelis Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan  Madrasah. 

Kemudian pada 1993, ia melanjutkan studi S2 ke Perancis di ENSCT-INP Toulouse dan mendalami bidang Kimia Agroindustri dengan beasiswa dari ADB - Pemerintah Indonesia. Setelah selesai Studi S2 pada 1993, ia melanjutkan studi Program S3 di kampus yang sama ENSCT-INP Toulouse, Perancis.

Setelah menyelesaikan studi S3, ia kembali ke tanah air dan mendirikan Pusat Studi Agroindustri dan Agrobisnis UNTAN dan di tahun itu pula oleh Rektor Untan, ia ditugaskan untuk menyiapkan pembukaan program studi bidang ilmu MIPA (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi). 

Pada tahun 2002, izin operasional program studi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi disetujui oleh DIKTI, oleh Rektor Untan ditugaskan untuk menjadi Ketua Pengelola FMIPA (Persiapan) Untan. Dengan dikeluarkannya izin pendirian FMIPA Untan oleh DIKTI, Thamrin Usman menjadi Dekan FMIPA Untan yang pertama. 

Setelah menjabat sebagai Dekan FMIPA Untan selama 1,5 (satu setengah) periode, maka pada 2010 melalui proses demokrasi, Thamrin Usman terpilih sebagai Rektor Universitas Tanjungpura untuk periode 2011 – 2015.

Adapun Paten HKI yang telah dimiliki dengan nomor ID P 0023215 tanggal 06 April 2009. Metode Transesterifikasi untuk Menghasilkan Biodiesel dengan Katalis Abu Tandan Kosong Sawit. Paten HKI yang sedang dalam proses yaitu: Sintesis Biodiesel dari Sludge Oil dengan Metode Esterifikasi Menggunakan Katalis PTSA-Kaolinit.

Jasadnya memang sudah dalam pusara, tapi kiprah dan karyanya akan selalu diingat oleh generasi mendatang. Selamat jalan Profesor, selamat jalan dalam keabadian. 



Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026