Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tulungagung mengonfirmasi bahwa penyaluran bantuan pangan (banpang) berupa beras dan minyak goreng di wilayahnya sejauh ini baru tercapai sekitar 30 persen dari total target distribusi, karena terkendala panen raya yang bersamaan.

“Realisasi penyaluran saat ini sekitar 30 persen. Kami tetap jalankan bertahap sambil menyesuaikan kondisi di lapangan,” kata Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan di Tulungagung, Jumat.

Menurut dia, rendahnya realisasi penyaluran dipengaruhi momentum panen raya yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk memastikan kesiapan penerima bantuan saat penyaluran dilakukan, sehingga distribusi dapat berjalan lancar.

Menurut Yonas, secara wilayah sekitar separuh kecamatan di Tulungagung telah mulai menerima bantuan pangan tersebut.

Penyaluran ditargetkan rampung sebelum batas waktu yang ditetapkan pemerintah pusat pada 31 Mei 2026.

“Target kami bisa selesai sebelum tenggat waktu yang ditentukan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, penundaan distribusi dilakukan sebagai langkah antisipatif agar tidak memengaruhi harga gabah di tingkat petani saat panen raya berlangsung.

Saat ini, harga serapan gabah oleh Bulog berada di kisaran Rp6.500 per kilogram.

Karena itu, penyaluran bantuan pangan dilakukan secara terukur agar tidak mengganggu stabilitas harga.

“Program ini bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga harus tetap menjaga agar harga hasil panen petani tidak terdampak,” katanya.

Bulog memastikan stok bantuan pangan yang akan disalurkan telah tersedia di gudang dan siap didistribusikan sesuai jadwal yang ditetapkan.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026