Pontianak (ANTARA) - Peringatan Hari Kartini tahun ini menyisakan cerita hangat dari Panti Asuhan Nurul Iman. Menanggalkan sejenak rutinitas mengawal pembangunan infrastruktur kelistrikan, para perempuan tangguh dari PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) hadir membawa senyum dan harapan bagi anak-anak panti.
Hari itu, suasana terasa berbeda. Para 'Srikandi' PLN UIP KLB ini tidak tampil dalam balutan seragam kerja seperti biasanya, melainkan anggun mengenakan busana kebaya. Pilihan busana ini bukan sekadar simbolis, melainkan representasi dari keanggunan yang berpadu dengan kekuatan perempuan Indonesia masa kini dalam meneruskan api semangat R.A. Kartini.
Mengusung tema "Berbagi Kasih Menginspirasi Mimpi", kunjungan ini merupakan kolaborasi antara Srikandi PLN dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP KLB. Fokus kegiatan ini adalah memberikan dukungan langsung terhadap kualitas hidup dan pendidikan anak-anak panti melalui bantuan perlengkapan kebutuhan sehari-hari serta dana bantuan operasional untuk mendukung keberlangsungan panti asuhan.
Ketua Srikandi PLN UIP KLB, Aprilia, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial perempuan PLN di era modern.
"Kartini memperjuangkan hak untuk belajar dan maju. Kami ingin meneruskan semangat itu dengan hadir langsung di sini. Melalui tema ini, kami berharap anak-anak tahu bahwa mereka memiliki dukungan untuk tetap memiliki cita-cita yang tinggi," ujarnya.
Sinergi dengan YBM PLN UIP KLB memperkuat jangkauan manfaat dari kegiatan ini. Dana yang disalurkan merupakan hasil dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai PLN yang dikelola untuk kemaslahatan masyarakat.
Pengurus YBM PLN UIP KLB, Saparin, menjelaskan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari komitmen lembaga untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
"Melalui kolaborasi dengan Srikandi, kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang. Selain memenuhi keperluan harian anak-anak, bantuan uang operasional ini diharapkan dapat meringankan beban pengelola panti dalam menjalankan kegiatan pendidikan dan pengasuhan sehari-hari. Ini adalah amanah dari para pegawai yang kami salurkan dengan penuh rasa tanggung jawab," jelas Saparin.
Langkah nyata para Srikandi dan YBM dalam menebar manfaat ini mendapatkan dukungan penuh dari manajemen. General Manager PLN UIP KLB, Susilo, memberikan apresiasi khusus atas inisiatif empati tersebut.
"Saya sangat bangga dengan langkah Srikandi dan YBM UIP KLB. Mereka membuktikan bahwa profesionalisme dalam menjalankan tugas perusahaan dapat berjalan selaras dengan kepekaan sosial. Momen Hari Kartini ini menegaskan bahwa Srikandi PLN adalah motor penggerak kebaikan. Mereka tidak sekadar turut menerangi negeri dengan infrastruktur listrik, tetapi juga membawa terang bagi masa depan anak-anak kita," tutur Susilo.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan sesi berbagi cerita. Balutan kebaya yang dikenakan para Srikandi hari itu menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian terus hidup dalam diri perempuan-perempuan yang bergerak maju, menginspirasi, dan terus berbagi untuk sesama.
Pewarta: DediUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026