Kayogn Utara, Kalbar (ANTARA) - Kalbar Food Festival kembali digelar pada 2026 dengan mengusung misi pelestarian kekayaan kuliner lokal serta menargetkan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui sajian khas daerah berupa Lontong Sukadana.

"Biasanya kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan Cap Go Meh, namun tahun ini kami geser ke Mei. Kami bersyukur kegiatan tetap bisa terlaksana dengan baik," kata Founder Kalbar Food Festival, Edy Hartono, di Pontianak, Rabu.

Dia mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi ketujuh dan tetap dilaksanakan dengan semangat tinggi meskipun mengalami penyesuaian jadwal.

Edy juga menjelaskan, salah satu tujuan utama festival tersebut adalah mengidentifikasi dan mendokumentasikan kekayaan budaya tak benda, khususnya di sektor kuliner Kalimantan Barat.

Menurut dia, upaya tersebut dilakukan dengan mengangkat dan mencatat makanan khas daerah melalui pemecahan rekor MURI, sehingga dapat dikenal secara luas di tingkat nasional.

"Melalui pencatatan rekor, kita ingin menunjukkan bahwa Kalimantan Barat memiliki kekayaan kuliner yang beragam. Tahun ini kami mengangkat lontong Sukadana sebagai ikon," tuturnya.

Dalam kegiatan puncak, panitia menargetkan pemecahan rekor memasak dan penyajian lontong Sukadana hingga 12 ribu porsi yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Edy menambahkan, proses memasak akan dilakukan secara massal menggunakan sejumlah kuali berukuran besar dengan kapasitas ribuan porsi, sebagai daya tarik utama festival.

Selain itu, festival juga menghadirkan berbagai kegiatan lain, seperti demo memasak oleh chef nasional, promosi kuliner daerah, serta eksplorasi makanan khas dari berbagai kabupaten/kota di Kalbar.

Sementara itu, Co-Founder Kalbar Food Festival, Yenna Wiguna, mengatakan rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 2–10 Mei 2026 di kawasan Ayani Megamall Pontianak.

Ia menjelaskan, acara pembukaan akan dimulai pada 2 Mei, sedangkan puncak kegiatan digelar pada Minggu dengan agenda pemecahan rekor MURI yang diharapkan dihadiri masyarakat luas.

"Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum. Kami mengajak masyarakat untuk hadir dan bersama-sama menyukseskan pemecahan rekor lontong Sukadana," katanya.

Selain pemecahan rekor, festival juga akan menghadirkan demo masak oleh finalis MasterChef Indonesia asal Pontianak, serta berbagai agenda hiburan dan edukasi kuliner setiap hari.

Rangkaian acara akan ditutup pada 10 Mei 2026 dengan pesta kembang api dan malam penghargaan bagi pelaku konten kuliner, seperti food blogger dan kreator digital yang dinilai berkontribusi dalam promosi kuliner daerah.

"Kami juga akan memberikan penghargaan kepada tokoh inspiratif daerah sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam pengembangan budaya dan pariwisata," kata Yenna.

Kalbar Food Festival 2026 menjadi bagian dari rangkaian Saprahan Khatulistiwa yang diinisiasi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, serta diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi di Kalimantan Barat.

"Penyelenggara pun mengharapkan dukungan berbagai pihak, termasuk media, untuk mempromosikan kegiatan tersebut agar semakin dikenal luas dan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata daerah," kata dia.



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026