Pontianak (ANTARA) - Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat mencatat peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan pada awal 2026, seiring membaiknya kondisi ekonomi masyarakat.

"Pada Februari 2026 juga terjadi peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Februari 2025 tercatat 911.674 kunjungan, sementara tahun ini meningkat signifikan," kata Kepala Disporapar Kalbar, Sugeng Hariadi, di Pontianak, Rabu.

Dia mengatakan jumlah wisatawan pada Januari 2026 mencapai 1.245.754 kunjungan, meningkat hampir 400 ribu dibandingkan Januari 2025 yang tercatat sekitar 800 ribu kunjungan.

Sugeng menjelaskan, peningkatan tersebut terjadi meskipun anggaran pemerintah mengalami penurunan. Namun, kondisi ekonomi masyarakat yang membaik, termasuk didukung harga komoditas seperti kelapa sawit, turut mendorong daya beli dan mobilitas wisata.

Selain itu, wisatawan dari luar daerah, termasuk dari Malaysia, juga turut berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan, khususnya ke destinasi unggulan seperti Singkawang.

"Hotel-hotel di Singkawang banyak terisi. Wisatawan tertarik karena kulinernya dinilai enak dan harga relatif terjangkau. Ini yang harus kita pertahankan," tuturnya.

Disporapar Kalbar optimistis tren positif ini akan terus berlanjut sepanjang 2026, terlebih dengan adanya berbagai event pariwisata yang digelar secara kolaboratif, termasuk Saprahan Khatulistiwa yang digabungkan dengan rangkaian festival daerah.

Sugeng menyebutkan, pada 2025 jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 2,37 juta orang dengan perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp2,7 triliun. Untuk 2026, pihaknya berharap angka tersebut dapat meningkat dan melampaui target yang telah ditetapkan.

Dalam mendukung promosi pariwisata, Disporapar Kalbar telah memasukkan berbagai agenda ke dalam kalender event tahunan, serta melakukan promosi melalui videotron dan distribusi buku informasi pariwisata ke hotel-hotel di wilayah Kalbar.

Selain itu, pihaknya juga mendorong penyelenggaraan event kreatif yang mampu menarik perhatian publik, termasuk upaya pemecahan rekor pada festival kuliner lokal sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Sugeng menekankan pentingnya peran media dalam menyebarluaskan informasi kegiatan pariwisata agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan tertarik berkunjung ke Kalimantan Barat.

"Kami berharap dukungan media dapat memperluas jangkauan promosi, sehingga kunjungan wisatawan terus meningkat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah," kata Sugeng.



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026