Kalbar (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Barat memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui rangkaian kegiatan terintegrasi bertajuk “Saprahan Khatulistiwa 2026” yang akan digelar pada 2–10 Mei 2026.

"Penguatan UMKM tidak terlepas dari upaya Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Kalimantan Barat termasuk provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, bahkan berada pada posisi kedua secara regional," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Kalbar, Dhony Iwan Kristanto, di Pontianak, Rabu.

Dia mengatakan pengembangan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daerah.

Ia menambahkan, meskipun dinamika geopolitik global turut berdampak pada perekonomian, pihaknya tetap optimistis sektor UMKM dapat menjadi penopang utama ekonomi daerah.

Sebagai bentuk komitmen, BI secara rutin menyelenggarakan program pengembangan UMKM terintegrasi yang telah memasuki tahun keenam. Kegiatan tersebut mencakup tiga fokus utama, yakni penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, serta perluasan akses pembiayaan.

Dalam pelaksanaan tahun ini, Saprahan Khatulistiwa akan bersinergi dengan berbagai pihak melalui rangkaian pre-event dan main event yang mengangkat tiga sektor utama, yaitu pengembangan UMKM, pariwisata, serta literasi keuangan.

Pada sektor UMKM, BI Kalbar menyiapkan sejumlah agenda, di antaranya expo UMKM yang melibatkan sekitar 30 UMKM binaan dan 130 UMKM mitra, program inkubator bisnis berorientasi ekspor bagi 30 pelaku usaha, serta temu bisnis untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dan investor.

Selain itu, BI Kalbar juga mendorong inovasi produk berbasis kearifan lokal melalui pengembangan desain baru tenun ikat Sintang. Sebanyak 12 desain inovatif akan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk budaya daerah.

"Pengembangan ini kami lakukan bersama desainer lokal agar tenun Sintang semakin kompetitif dan memiliki daya tarik pasar yang lebih luas," katanya.

Dalam mendukung peningkatan kapasitas UMKM, BI juga menghadirkan layanan terpadu atau one stop service yang melibatkan berbagai instansi, termasuk otoritas perpajakan, kepabeanan, dan sertifikasi halal, guna mempermudah pelaku usaha naik kelas.

Sementara itu, pada aspek literasi, BI akan menggelar Festival Kopi Khatulistiwa yang bertujuan mempromosikan kopi lokal Kalbar sekaligus meningkatkan keterampilan barista melalui kompetisi berstandar nasional.

Rangkaian kegiatan ini ditargetkan mampu mendorong akses pembiayaan UMKM hingga Rp26 miliar pada 2026, serta meningkatkan volume transaksi dan jejaring pasar bagi pelaku usaha.

BI Kalbar juga menyampaikan bahwa Gubernur Kalimantan Barat direncanakan hadir dalam salah satu agenda utama pada 4 Mei 2026. Selain itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia dijadwalkan turut menghadiri kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM daerah.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum untuk berbelanja produk lokal, menikmati kuliner, sekaligus mendukung UMKM Kalbar agar semakin berkembang," kata



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026