Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang Kalimantan Barat menargetkan angka prevalensi stunting turun menjadi 19,70 persen pada 2026 melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi program intervensi di lapangan.

Target tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Singkawang Tahun 2026 di Aula Bappeda Kota Singkawang, Rabu. 

"Percepatan penurunan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh sektor terkait," kata Dwi Yanti.

Menurut dia, penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu mulai dari pemberdayaan masyarakat, pendidikan, penyediaan air bersih dan sanitasi, sosial, hingga sektor pertanian.

“Pertemuan ini penting untuk memantau sejauh mana program yang telah dijalankan sekaligus memastikan target yang sudah ditetapkan dapat tercapai,” katanya. 

Ia menyebut berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Kota Singkawang berada pada level 21,9 persen. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut dapat ditekan menjadi 19,70 persen pada 2026. 

Menurut Dwi Yanti, masih terdapat sejumlah tantangan dalam upaya percepatan penurunan stunting, di antaranya ego sektoral, perbedaan sistem kerja antarinstansi, serta keterbatasan pemahaman lintas sektor mengenai penanganan stunting.  

Karena itu, monitoring dan evaluasi program secara berkala dinilai penting agar koordinasi dan sinergi antarperangkat daerah dapat berjalan lebih efektif.

Dia juga menekankan penggunaan anggaran dan sumber daya dalam program penanganan stunting harus dilakukan secara tepat sasaran dan disertai pertanggungjawaban yang jelas kepada publik maupun para pemangku kepentingan. 

Dia berharap seluruh pihak dapat mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, menyesuaikan strategi intervensi, memperkuat sektor yang masih lemah, serta saling berbagi praktik baik dalam percepatan penurunan stunting.  

Pemkot Singkawang juga terus mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, TP PKK, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga masyarakat agar target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan.  

 



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026