Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menargetkan jumlah pelanggan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PDAM mencapai 30 ribu sambungan sebagai upaya memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat.

Target tersebut disampaikan Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis saat menerima audiensi perwakilan investor asal China terkait rencana kerja sama pengelolaan air bersih di Bengkayang, Rabu.

"Pertemuan kita dengan investor China membahas peluang kerja sama pengelolaan air bersih guna mendukung peningkatan pelayanan dasar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata  Darwis.

Bupati Bengkayang mengatakan pemerintah daerah terus berupaya memperluas cakupan layanan air bersih karena kebutuhan masyarakat terhadap akses air layak konsumsi terus meningkat.

Menurut dia, saat ini jumlah pelanggan SPAM PDAM di Kabupaten Bengkayang baru sekitar 10 ribu pelanggan sehingga masih diperlukan pengembangan infrastruktur dan investasi untuk meningkatkan pelayanan.

“Pemerintah daerah menargetkan pelanggan SPAM PDAM air bersih di Kabupaten Bengkayang mencapai 30 ribu pelanggan,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan investor dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pengembangan sistem penyediaan air bersih, terutama dalam mendukung pembangunan jaringan distribusi dan peningkatan kapasitas pelayanan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pengembangan layanan air bersih juga dinilai penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, investasi, serta pertumbuhan kawasan permukiman di Bengkayang.

Bupati juga meminta pihak investor untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terkait perencanaan dan mekanisme pengelolaan air bersih di daerah tersebut.

Dia berharap rencana kerja sama itu dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses air bersih yang merata dan berkelanjutan.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026