Bengkayang, Kalbar (ANTARA) - Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bengkayang menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp25 miliar sepanjang Maret hingga Desember 2026 guna memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) produktif di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Pimpinan BRI KCP Bengkayang Vendy Aries Martcahyo mengatakan target tersebut setara 35 persen dari total target penyaluran kredit modal kerja ritel di wilayah binaannya.
Menurut dia, penyaluran KUR difokuskan kepada sektor-sektor produktif yang memiliki potensi berkembang dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di daerah perbatasan.
"Sasaran utama penyaluran KUR meliputi pelaku UMKM produktif seperti sektor pertanian dan perkebunan, perdagangan, peternakan, jasa, industri rumah tangga, ekonomi kreatif hingga pariwisata," katanya di Bengkayang, Jumat.
Dalam menentukan calon penerima KUR, BRI melakukan sejumlah tahapan penilaian guna memastikan kredit tepat sasaran dan sesuai kemampuan usaha debitur.
Pendekatan yang dilakukan di antaranya melalui survei lapangan langsung, analisis kelayakan usaha dan arus kas, melihat histori transaksi usaha, hingga pendekatan komunitas atau klaster UMKM.
Vendy menjelaskan masih terdapat sejumlah tantangan dalam penyaluran KUR di Bengkayang.
Kendala yang umum ditemui yakni pelaku usaha belum memiliki legalitas usaha seperti nomor induk berusaha (NIB), surat keterangan usaha maupun dokumen pendukung lainnya sebagai syarat pengajuan kredit.
Selain itu, terdapat calon nasabah yang memiliki riwayat kredit bermasalah pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), usaha yang belum stabil atau belum layak dibiayai sesuai nilai pengajuan kredit, hingga ketidaksesuaian data usaha yang diajukan dengan kondisi di lapangan.
"Literasi keuangan masyarakat dan kedisiplinan pembayaran angsuran tepat waktu juga masih menjadi tantangan dalam penyaluran KUR," ujarnya.
Meski demikian, BRI melihat perkembangan UMKM di Bengkayang cukup potensial karena ditopang aktivitas perdagangan lintas batas, dominasi sektor pertanian dan perkebunan, serta tumbuhnya pelaku usaha berbasis kerajinan lokal dan ekonomi kreatif.
Menurut dia, peningkatan penggunaan layanan digital di kalangan pelaku UMKM juga menjadi peluang positif dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat di wilayah tersebut.
BRI juga mulai mendorong pembinaan terhadap UMKM sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Bengkayang, khususnya usaha berbasis kerajinan anyaman rotan, produk budaya lokal, kuliner khas daerah, hingga usaha pendukung destinasi wisata perbatasan.
"Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat realisasi penyaluran KUR hingga 17 Mei 2026 mencapai Rp105,8 triliun atau 35,8 persen dari target penyaluran tahun ini.
"Dana pembiayaan tersebut telah disalurkan kepada 1,69 juta debitur di berbagai sektor usaha produktif di Indonesia," kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Maman mengatakan penyaluran KUR ke sektor produksi menunjukkan tren positif dengan capaian 63,5 persen dari target 65 persen.
Menurut dia, angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 60 persen.
Ia menjelaskan dari total penerima KUR tersebut, sebanyak 511 ribu debitur tercatat sebagai debitur graduasi atau pelaku usaha yang dinilai naik kelas dan mampu meningkatkan kapasitas usahanya.
Sementara itu, jumlah debitur baru mencapai 1,14 juta atau sekitar 83 persen dari total penerima KUR hingga pertengahan Mei 2026.
Pada 2025, total kredit yang disalurkan oleh bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank swasta mencapai sekitar Rp8.149 triliun.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.