Makassar (ANTARA) - Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Barantin) Sulawesi Selatan (Sulsel) Sitti Chadidjah memastikan bahwa Sulawesi Selatan masih menjadi salah satu daerah pemasok utama ternak, khususnya sapi potong, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalimantan menjelang Idul Adha.

Berdasarkan data Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (Best Trust) menunjukkan tingginya aktivitas pengiriman ternak dari Sulawesi Selatan menuju wilayah Kalimantan dalam dua bulan terakhir.

"Untuk Satuan Pelayanan Parepare periode April hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 3.734 ekor sapi potong telah dikirim menuju Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan," kata Chadidjah di Makassar, Senin.

Pengiriman tersebut dilakukan dengan frekuensi 124 kali pengeluaran. Sedangkan pengiriman kambing pada periode yang sama tercatat sebanyak 286 ekor dengan frekuensi 4 kali pengeluaran.

Sementara itu, berdasarkan data dari Periode Januari hingga Mei 2026 yang dihimpun dari data Best Trust, domestik keluar tercatat sebanyak 5.004 ekor sapi, 20.567 ekor kambing. Data tersebut untuk seluruh Satuan Pelayanan Karantina Sulawesi Selatan yang berada di Makassar, Bajoe, Jeneponto dan Parepare.

Chadidjah memastikan bahwa sinergi dengan instansi terkait juga terus diperkuat guna memastikan seluruh proses pengiriman hewan berjalan sesuai regulasi dan prinsip biosekuriti.

Pengawasan dilakukan secara terpadu bersama petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare, Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), serta personel TNI Angkatan Laut guna memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap ketentuan karantina selama proses pemuatan hingga keberangkatan.

Seperti yang dilakukan pada pengawasan 17 ekor sapi potong di Parepare menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan KM Swarna Bahtera Nusantara, sekaligus melakukan pengawasan terhadap pengiriman ternak di Pelabuhan Garongkong, Barru.

Dua hari sebelumnya, petugas Karantina Sulsel, menurut dia, juga melaksanakan serangkaian tindakan karantina dan pengawasan terhadap alat angkut serta media pembawa berupa 29 ekor sapi asal Kabupaten Takalar yang akan dikirim menuju Kotawaringin Barat menggunakan KMP Awu Awu.

Sama seperti pengiriman sebelumnya, sapi-sapi tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengambilan sampel darah untuk keperluan pengujian Rose Bengal Test (RBT), yakni metode pengujian laboratorium untuk mendeteksi penyakit brucellosis pada ternak.

“Sebelum diberangkatkan, seluruh sapi telah melalui serangkaian tindakan karantina hewan sesuai prosedur," ujar dia.

Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi, pemeriksaan fisik kesehatan hewan, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan.




Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026