Bengkayang (ANTARA) - Volume transaksi finansial melalui aplikasi BRImo di wilayah kerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bengkayang mencapai lebih dari Rp565 juta hingga 17 Mei 2026, dengan jumlah transaksi melampaui 300 ribu transaksi.
Pimpinan BRI KCP Bengkayang, Vendy Aries Martcahyo mengatakan capaian tersebut menunjukkan meningkatnya penggunaan layanan digital perbankan oleh masyarakat di Kabupaten Bengkayang, termasuk kawasan perdesaan dan perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Penggunaan aplikasi BRImo mulai meningkat di Bengkayang seiring berkembangnya transaksi digital dan penggunaan QRIS di tengah masyarakat,” kata Vendy di Bengkayang, Senin.
Ia menjelaskan pertumbuhan transaksi BRImo didukung semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis, cepat, dan dapat diakses kapan saja melalui telepon seluler.
Selain mencatat volume transaksi lebih dari Rp565 juta, jumlah pengguna aktif bulanan atau monthly active user (MAU) BRImo di wilayah kerja BRI KCP Bengkayang juga mencapai 2.958 pengguna.
Menurut dia, BRImo kini menjadi salah satu layanan digital yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan transaksi, seperti transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian kebutuhan digital, hingga transaksi non-tunai menggunakan QRIS.
BRI juga terus memperkuat ekosistem transaksi digital melalui pengembangan QRIS yang saat ini telah digunakan oleh 398 merchant binaan BRI di Bengkayang.
“Transformasi digital ini menjadi bagian dari upaya BRI memperluas inklusi keuangan dan mempermudah masyarakat mengakses layanan perbankan, termasuk di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Ia menambahkan BRI tidak hanya mengandalkan layanan kantor cabang, tetapi juga memperluas akses layanan melalui Agen BRILink dan pendekatan jemput bola petugas bank ke masyarakat desa.
Selain memperluas layanan digital, BRI turut memperkuat keamanan transaksi melalui autentikasi berlapis pada BRImo, pemantauan transaksi secara real-time, pengamanan QRIS, serta edukasi anti-penipuan kepada nasabah.
Menurut Vendy, meningkatnya transaksi digital melalui BRImo turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bengkayang karena transaksi menjadi lebih efisien dan mudah dilakukan.
“Digitalisasi layanan keuangan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat transformasi ekonomi digital di Bengkayang,” katanya.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.