Singkawang (ANTARA) - DPRD Kota Singkawang, Kalbar mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menyoroti dampak limbah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terhadap warga sekitar dalam hearing lintas komisi di DPRD Singkawang.

Hearing yang melibatkan Komisi I, II dan III tersebut menghadirkan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), koordinator wilayah SPPG, kepala dapur SPPG tiap kecamatan, serta organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa.

Ketua Komisi II DPRD Singkawang, Harry Wedha S Sugeng mengatakan, evaluasi dilakukan karena masih ditemukan persoalan distribusi MBG dan dampak lingkungan dari operasional dapur SPPG.

“Program MBG sangat baik untuk meningkatkan gizi anak dan menekan stunting, tetapi pelaksanaannya harus dievaluasi agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat,” katanya di Singkawang, Senin.

Menurut dia, DPRD menerima laporan warga terkait munculnya bau tidak sedap dan genangan limbah di sekitar dapur SPPG yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan.

Karena itu, hearing difokuskan pada evaluasi fungsi IPAL, sistem sanitasi dapur, hingga pengawasan pengelolaan limbah cair agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

DPRD juga meminta pengawasan teknis diperketat dan perbaikan segera dilakukan terhadap dapur SPPG yang IPAL-nya bermasalah.

Selain persoalan lingkungan, forum juga menyoroti distribusi program MBG yang dinilai belum merata karena masih terdapat siswa yang belum menerima layanan makanan bergizi secara optimal.

“Distribusi harus dipastikan tepat sasaran dan merata. Jangan sampai ada siswa yang belum mendapatkan haknya,” ujar Harry.

Dalam hearing itu, DPRD merekomendasikan percepatan perbaikan IPAL, penambahan armada distribusi makanan, validasi ulang data penerima manfaat, serta penguatan koordinasi antara Dinas Kesehatan, DLH, pihak sekolah dan pengelola SPPG.

DPRD Singkawang juga menekankan pentingnya pengawasan kualitas makanan, higienitas dapur, dan kandungan gizi sebelum makanan didistribusikan kepada siswa.

Menurut Harry, program MBG sebagai program strategis nasional harus dijalankan secara efektif dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Program ini harus benar-benar memberi manfaat bagi siswa sekaligus tetap ramah lingkungan dan tidak menimbulkan dampak bagi warga sekitar dapur SPPG,” katanya.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026