Singkawang (ANTARA) - Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie meminta para orangtua memperketat pengawasan terhadap penggunaan telepon genggam dan pergaulan anak menyusul kasus kekerasan antarpelajar yang terjadi di daerah tersebut.

“Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi, apalagi pelaku dan korban masih kategori anak-anak,” kata Tjhai Chui Mie di Singkawang, Kamis.

Ia menyampaikan hal itu setelah menjenguk seorang pelajar korban penganiayaan berat yang saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Menurut dia, peristiwa tersebut menjadi keprihatinan bersama karena tindak kekerasan melibatkan anak di bawah umur dan dipicu persoalan yang berawal dari aktivitas permainan daring atau game online.

“Melihat kondisi korban, hati saya sangat teriris. Kekerasan seperti ini tidak seharusnya terjadi di lingkungan kita,” ujarnya.

Dia mengatakan Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pendidikan akan segera mengeluarkan surat imbauan kepada sekolah dan orang tua terkait pembatasan penggunaan telepon genggam di luar kebutuhan belajar.

Surat imbauan tersebut akan menekankan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas digital anak, pembatasan waktu penggunaan layar, serta pemantauan aplikasi dan permainan yang diakses anak-anak.

“Kita harus memastikan teknologi digunakan untuk ilmu pengetahuan dan hal positif, bukan untuk memicu emosi maupun kekerasan,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Singkawang juga akan berkoordinasi dengan aparat keamanan, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai dampak negatif penggunaan game online secara berlebihan, bahaya perundungan siber, serta pentingnya pengendalian emosi sejak usia dini.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran bersama agar pengawasan terhadap anak semakin diperkuat, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Tidak ada persoalan game yang sebanding dengan nyawa dan masa depan seorang anak,” ujarnya.

Pemerintah Kota Singkawang, kata dia, juga berkomitmen mendampingi proses pemulihan korban, termasuk memastikan hak pendidikan dan kesehatan korban tetap terpenuhi selama masa perawatan.

Ia berharap korban dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas belajar seperti biasa.

“Kami berharap korban tetap kuat dan bisa segera pulih agar dapat kembali bersekolah serta meraih cita-citanya,” katanya.

 



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026