Bengkayang (ANTARA) - Dari seorang mahasiswa yang terbiasa menunggu kiriman uang dari orang tua di perantauan, kini Natalia (23) justru berada di posisi sebaliknya. Ia telah tumbuh menjadi anak rantau yang mampu mengelola keuangan sendiri, bahkan sesekali mengirimkan rezeki untuk keluarganya di kampung halaman.
Perjalanan itu tidak lepas dari perubahan cara masyarakat dalam bertransaksi, terutama melalui layanan perbankan digital. Salah satunya dirasakan Natalia, perempuan asal Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, yang kini bekerja di Kabupaten Bengkayang.
Natalia mengaku mulai menggunakan aplikasi BRImo pada 2021 saat menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta. Saat itu, Indonesia masih berada dalam masa transisi menuju kebiasaan baru pascapandemi COVID-19, di mana aktivitas masyarakat mulai banyak beralih ke layanan digital.
“Saya mulai pakai BRImo waktu kuliah di Jogja. Karena jauh dari orang tua, aplikasi ini sangat membantu untuk menerima transfer dan kebutuhan sehari-hari,” katanya pada Antara, Sabtu.
Sebagai mahasiswa rantau, BRImo menjadi sarana utama untuk menerima kiriman uang dari orang tua. Selain itu, berbagai kebutuhan seperti transfer dana, pembelian pulsa, paket data, hingga pembayaran tagihan dapat dilakukan tanpa harus datang ke bank atau mesin ATM.
Menurutnya, kemudahan tersebut sangat membantu kehidupan anak rantau yang dituntut untuk mandiri dan efisien dalam mengatur waktu serta keuangan.
Dia bercerita, setelah menyelesaikan studi dan kembali ke Bengkayang untuk bekerja, kebiasaan menggunakan layanan digital tersebut tetap berlanjut. Bahkan, pemanfaatannya kini semakin luas mengikuti kebutuhan sehari-hari.
Natalia mengaku kini sering menggunakan pembayaran QRIS, terutama saat berbelanja di minimarket maupun ketika berada di warung kopi dan kafe yang sudah menyediakan layanan pembayaran digital.
“Sekarang paling sering pakai QRIS. Tinggal scan saja, langsung selesai. Lebih cepat dan praktis,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menggunakan aplikasi tersebut untuk membeli token listrik, membayar tagihan air, mengisi pulsa dan paket internet, hingga berbelanja secara daring.
Sebagai generasi muda atau Gen Z yang akrab dengan teknologi digital, Natalia menilai layanan perbankan digital sudah menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari gaya hidup saat ini. Menurutnya,masyarakat modern cenderung menginginkan layanan yang cepat, praktis, dan aman.
“Sekarang orang maunya serba cepat dan tidak ribet. Uang tunai masih dipakai, tapi untuk tempat yang sudah ada QRIS tentu jauh lebih memudahkan,” katanya.
Ia juga melihat semakin banyak pelaku usaha yang telah menyediakan QRIS sebagai metode pembayaran. Mulai dari minimarket, warung kopi, hingga usaha kecil dan menengah.
“Hampir semua tempat sekarang sudah ada QRIS. Jadi lebih mudah untuk pembeli dan juga penjual,” ujarnya.
Di balik kemudahan transaksi digital tersebut, terdapat perubahan peran yang bermakna dalam kehidupan Natalia. Jika dahulu ia rutin menerima kiriman uang dari orang tua selama masa kuliah, kini ia justru dapat berbagi dan membantu keluarga.
“Dulu waktu kuliah saya menerima transfer dari orang tua. Sekarang setelah bekerja, sesekali saya yang mengirim untuk orang tua,” katanya sambil tersenyum.
Menurutnya, momen tersebut menjadi salah satu pencapaian penting sebagai anak rantau yang berhasil tumbuh lebih mandiri. Teknologi digital tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membantu menjaga kedekatan dengan keluarga meski terpisah jarak.
Natalia berharap layanan keuangan digital terus berkembang dan dapat dimanfaatkan secara bijak oleh masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki mobilitas tinggi.
“Gunakan teknologi dengan bijak. Kalau dimanfaatkan dengan baik, semua jadi lebih mudah, lebih hemat waktu, dan tetap bisa terhubung dengan keluarga,” pesannya.
Bagi Natalia, layanan perbankan digital telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebagai anak rantau, dari menerima kiriman orang tua saat menempuh pendidikan, hingga kini mampu mengirimkan rezeki untuk keluarga. Sebuah perjalanan yang mencerminkan perubahan, kemandirian, dan kedewasaan yang tumbuh seiring waktu.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.