Bengkayang (ANTARA) - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menilai tradisi Gawia Sowa Dayak Bidayuh Bijagoi di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, merupakan aset budaya yang berpotensi besar menarik kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia.
"Jagoi Babang bukan hanya kawasan perbatasan, tetapi juga beranda terdepan bangsa dan pintu gerbang Indonesia di Kalimantan Barat. Kawasan ini menjadi etalase budaya yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia," katanya saat menghadiri Gawia Sowa ke-186 Tahun Dayak Bidayuh Bijagoi 2026 di Jagoi Babang, Rabu.
Krisantus mengatakan posisi wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia memberikan nilai strategis bagi pengembangan wisata budaya berbasis kearifan lokal.
Menurut dia, tradisi Gawia Sowa yang terus dilestarikan masyarakat Dayak Bidayuh menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya dan adat istiadat masyarakat perbatasan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat, pada periode Januari hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 516 kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk Jagoi Babang dari total 32.551 kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalimantan Barat.
Data tersebut menunjukkan Jagoi Babang memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya perbatasan yang mampu menarik minat wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Gawia Sowa bukan hanya perayaan adat sebagai ungkapan syukur, tetapi juga simbol persatuan, kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Dayak Bidayuh," ujarnya.
Ia menegaskan kekayaan budaya Dayak Bidayuh harus terus dijaga, dipromosikan, dan diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, mendukung berbagai upaya pelestarian budaya daerah yang dapat menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat, terutama di kawasan perbatasan.
Melalui penyelenggaraan Gawia Sowa ke-186, dia berharap tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut semakin dikenal luas, termasuk oleh masyarakat lintas negara yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.