Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, terus memperkuat upaya pengendalian abrasi dan perlindungan kawasan bantaran sungai melalui proyek peningkatan perkuatan tebing Sungai Singkawang yang akan dilaksanakan dalam dua segmen penanganan.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, proyek tersebut menjadi salah satu langkah strategis daerah untuk mengurangi risiko abrasi sekaligus mendukung penataan kawasan sungai yang lebih aman dan tertata.

"Perkuatan tebing sungai ini penting untuk menjaga stabilitas bantaran sungai, melindungi masyarakat yang bermukim di sekitarnya, serta mendukung pembangunan kawasan perkotaan yang berkelanjutan," katanya dalam rapat koordinasi pekerjaan peningkatan perkuatan tebing Sungai Singkawang, Jumat.

Menurut dia, keberhasilan pelaksanaan proyek tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga koordinasi dan sinergi seluruh pihak terkait mulai dari tahap perencanaan, administrasi, pengadaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah dan instansi terkait dapat bekerja sama memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal serta memperhatikan aspek sosial kemasyarakatan, khususnya bagi warga yang terdampak pekerjaan pembangunan.

Pemkot Singkawang juga telah melakukan berbagai tahapan persiapan untuk mendukung pelaksanaan proyek. Langkah yang dilakukan meliputi koordinasi dengan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Singkawang, pembentukan Tim Terpadu Penataan Kawasan Sungai Singkawang, survei lapangan di sejumlah wilayah terdampak, validasi data, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pengukuran bangunan yang berada di area pekerjaan.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan rencana yang telah disusun, pekerjaan perkuatan tebing Sungai Singkawang akan dibagi menjadi dua segmen utama. Segmen pertama mencakup wilayah Kelurahan Jawa, Kelurahan Tengah dan Kelurahan Melayu dengan panjang penanganan sekitar 869 meter pada sisi kiri dan kanan sungai.

Sementara itu, segmen kedua meliputi wilayah Kelurahan Melayu, Kelurahan Condong dan Kelurahan Pasiran dengan total penanganan lebih dari 1.600 meter. Pada segmen ini akan digunakan konstruksi turap sheet pile dan pasangan batu yang dirancang untuk memperkuat struktur tebing sungai dari ancaman erosi dan abrasi.

Pembangunan perkuatan tebing tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi kerusakan bantaran sungai akibat gerusan arus, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.

"Selain itu, keberadaan infrastruktur pengaman sungai juga diharapkan dapat meningkatkan keamanan lingkungan permukiman warga yang berada di sepanjang aliran Sungai Singkawang," katanya.

Wali kota menegaskan seluruh proses pelaksanaan proyek harus dilakukan secara transparan dan akuntabel serta mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Menurut dia, komunikasi yang baik dengan warga menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026