Bengkayang (ANTARA) - Tumpukan karung pupuk memenuhi sudut sebuah toko pertanian di Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pagi itu, Gustian Andiwinata tampak sibuk merapikan pesanan yang akan diantar kepada pelanggan.
Sesekali, pria berusia 53 tahun itu melayani warga yang datang membeli pupuk, pestisida, benih, maupun kebutuhan perkebunan lainnya.
Hari itu adalah hari libur. Namun bagi Gustian, libur bukan berarti berhenti beraktivitas. Di luar pekerjaannya sebagai aparatur sipil negara (ASN), ia mengelola toko pertanian, membuka layanan Agen Brilink , mengurus kebun dan ladang, serta aktif sebagai pengurus adat di wilayahnya.
Bagi ayah tiga anak tersebut, berbagai kesibukan itu lahir dari satu hal yang sederhana: keinginan untuk tetap produktif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Kecamatan Seluas merupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Bengkayang. Dari kecamatan itu, perjalanan menuju wilayah Malaysia hanya memerlukan waktu sekitar satu jam. Sementara untuk mencapai ibu kota Kabupaten Bengkayang, warga harus menempuh perjalanan sekitar dua jam.
Kondisi geografis tersebut membuat ketersediaan berbagai layanan di tingkat kecamatan menjadi sangat penting bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas ekonomi.
Di tengah dominasi sektor perkebunan yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat, Gustian melihat peluang yang dapat dikembangkan dari kampung halamannya sendiri.
"Karena masyarakat di sini banyak yang berkebun, terutama sawit, saya melihat usaha toko pertanian cukup potensial. Apalagi saya sendiri juga suka bertani," katanya pada ANTARA, Minggu.
Kedekatan Gustian dengan dunia pertanian bukan sekadar karena usaha yang dijalankannya. Ia juga seorang petani dan pekebun. Saat memiliki waktu luang, terutama pada akhir pekan dan hari libur, ia kerap turun langsung ke kebun maupun ladang untuk merawat tanaman.
Menanam padi masih menjadi aktivitas yang dijalaninya hingga kini. Baginya, bertani merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Seluas yang tidak dapat dipisahkan dari keseharian mereka.
Pengalaman sebagai petani membuatnya memahami kebutuhan masyarakat secara langsung. Ia mengetahui jenis pupuk yang dibutuhkan, tantangan yang dihadapi petani, hingga sarana produksi yang diperlukan untuk mendukung hasil panen.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Gustian membuka toko pertanian yang menyediakan berbagai kebutuhan perkebunan dan pertanian. Kehadiran sejumlah perusahaan perkebunan besar di wilayah Seluas juga membuat permintaan terhadap pupuk dan sarana pertanian terus meningkat.
Di toko yang berada di tepi jalan negara itu, tersedia beragam kebutuhan pertanian yang dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya menjual pupuk bersubsidi, toko tersebut juga menyediakan berbagai jenis pupuk nonsubsidi, pestisida, bibit tanaman, hingga perlengkapan pertanian lainnya yang banyak dicari petani di wilayah perbatasan.
Kata Gustian, usaha tersebut sehari-hari lebih banyak dijalankan oleh istrinya, Siti Aisah. Perempuan yang bukan aparatur sipil negara (ASN) itu merupakan lulusan SMK Negeri 2 Singkawang jurusan Perdagangan. Bekal pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya membantu mengelola usaha keluarga yang selama ini melayani kebutuhan masyarakat sekitar, khususnya para petani.
"Karena hari kerja saya fokus pada pengabdian sebagai ASN, sehingga istri saya lah yang sehari-hari menjaga dan mengelolanya," ujarnya.
Dia juga bercerita, tak jarang pelanggan datang untuk membeli pupuk sekaligus berdiskusi mengenai kondisi tanaman dan kebutuhan kebun mereka. Bagi Gustian, toko tersebut bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dengan sesama petani dan pekebun.
Namun perannya di tengah masyarakat tidak berhenti sampai di situ.
Melihat kebutuhan warga terhadap akses transaksi keuangan yang lebih dekat, ia juga membuka layanan Agen BRILink. Kehadiran layanan tersebut membantu masyarakat melakukan berbagai transaksi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor bank.
Melalui Agen BRILink yang dikelolanya, warga dapat melakukan transfer uang, tarik tunai, setor tunai, pembayaran tagihan, hingga berbagai transaksi lainnya.
"Sebagai warga perbatasan dan juga pelaku usaha, kami sangat terbantu dengan berbagai layanan perbankan yang sekarang semakin mudah diakses," ujarnya.
Menurut Gustian, perkembangan layanan keuangan dalam beberapa tahun terakhir membawa perubahan besar bagi masyarakat perbatasan. Berbagai kebutuhan transaksi yang dahulu harus dilakukan dengan datang langsung ke kantor bank kini dapat diselesaikan lebih mudah melalui layanan digital maupun Agen BRILink.
Saat warga membutuhkan uang tunai, melakukan transfer, mengecek saldo, membayar tagihan listrik, maupun melakukan transaksi belanja daring, semuanya dapat dilakukan dengan lebih praktis tanpa harus bergantung pada jam operasional kantor.
"Saat perlu transfer, mengecek saldo, membayar tagihan atau kebutuhan lainnya, semuanya lebih mudah sekarang. Tidak lagi terbatas jam kerja," katanya.
Kemudahan tersebut juga dirasakan dalam menjalankan usaha. Pembayaran kepada pemasok maupun transaksi dengan pelanggan dapat dilakukan lebih cepat sehingga membantu kelancaran aktivitas perdagangan yang dijalankannya.
Gustian mengaku pernah merasakan langsung manfaat layanan perbankan dalam perjalanan usahanya. Salah satu yang masih diingatnya adalah ketika memanfaatkan rekening koran yang membantu mendukung perkembangan usaha pada masa awal merintis.
"Program rekening koran pernah saya manfaatkan dan itu menjadi salah satu yang membantu usaha saya berkembang," ujarnya.
Meski teknologi telah membawa banyak kemudahan, Gustian menilai kewaspadaan tetap harus menjadi perhatian utama. Menurut dia, semakin luas penggunaan layanan digital, semakin penting pula edukasi mengenai keamanan transaksi.
Ia berharap sosialisasi mengenai pencegahan penipuan digital terus ditingkatkan melalui media sosial, media massa maupun berbagai sarana informasi lainnya agar masyarakat semakin memahami cara bertransaksi yang aman.
"Yang penting jangan mudah percaya terhadap informasi yang masuk ke telepon genggam, terutama dari nomor yang tidak dikenal. Kita harus lebih hati-hati," katanya.
Bagi Gustian, kemajuan teknologi dan layanan keuangan bukan hanya soal kemudahan bertransaksi. Di wilayah perbatasan seperti Seluas, akses yang semakin dekat telah membantu masyarakat menghemat waktu, memperlancar usaha, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Dari semua itu kata Gustian, ia melihat satu hal yang terus tumbuh di perbatasan: peluang untuk berkembang tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
Perkuat inovasi branchless banking
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat inovasi branchless banking atau layanan perbankan tanpa kantor guna menghadirkan akses layanan keuangan hingga ke desa-desa dan wilayah perbatasan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Pimpinan BRI KCP Bengkayang Vendy Aries Martcahyo, mengatakan pendekatan layanan yang dilakukan BRI tidak lagi hanya mengandalkan kantor cabang, tetapi juga memadukan layanan digital melalui BRImo, jaringan Agen BRILink, serta pendekatan jemput bola langsung kepada masyarakat.
“Pendekatan yang digunakan BRI tidak hanya mengandalkan kantor cabang, tetapi juga kombinasi layanan digital BRImo, Agen BRILink, dan pendekatan lapangan langsung melalui jemput bola petugas bank,” katanya
Menurut dia, inovasi branchless banking tersebut menjadi solusi untuk memperluas akses layanan keuangan di daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur maupun jarak tempuh menuju kantor perbankan.
Ia menjelaskan, agen BRILink digital saat ini menjadi salah satu layanan yang paling dominan dan paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat perbatasan karena mampu menghadirkan layanan transaksi keuangan lebih dekat dengan warga.
Melalui agen BRILink, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, hingga transaksi digital tanpa harus pergi ke pusat kota.
“Layanan ini sangat membantu masyarakat karena akses transaksi keuangan kini bisa dilakukan langsung di desa-desa,” ujarnya.
Melalui inovasi branchless banking tersebut, BRI berharap layanan keuangan semakin mudah dijangkau masyarakat hingga ke pelosok desa sekaligus mempercepat inklusi keuangan dan transformasi ekonomi digital di Kabupaten Bengkayang.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.