Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang optimistis pelaksanaan Festival Bakcang 2026 mampu menjadi magnet wisata budaya yang menarik kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan Festival Bakcang merupakan salah satu agenda budaya unggulan yang tidak hanya menjadi sarana pelestarian tradisi masyarakat Tionghoa, tetapi juga telah berkembang menjadi daya tarik pariwisata Kota Singkawang.

"Festival Bakcang merupakan salah satu agenda budaya yang menjadi daya tarik pariwisata Kota Singkawang sekaligus wujud pelestarian tradisi masyarakat Tionghoa yang telah menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah," kata Tjhai Chui Mie saat memimpin rapat pemantapan pelaksanaan Festival Bakcang 2026 di Kantor Wali Kota Singkawang, Rabu.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing secara optimal sehingga rangkaian Festival Bakcang tahun 2026 dapat berlangsung sukses, aman, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Menurut dia, Pemerintah Kota Singkawang menargetkan Festival Bakcang tahun ini berlangsung lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya serta mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar melalui meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas pelaku usaha lokal.

"Kita menargetkan Festival Bakcang 2026 lebih meriah, lebih aman, dan memberikan multiplier effect yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar dia.

Festival Bakcang 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19-21 Juni 2026, bertepatan dengan perayaan Duan Wu atau Peh Cun yang merupakan tradisi penting dalam budaya Tionghoa. Berbagai kegiatan akan dipusatkan di Taman Cahaya Madani yang berada di depan Kantor Wali Kota Singkawang.

Tjhai Chui Mie menegaskan, Festival Bakcang bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan salah satu ajang strategis yang mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah. Karena itu, berbagai aspek persiapan telah dibahas secara menyeluruh mulai dari teknis pelaksanaan kegiatan, pengaturan lalu lintas, keamanan, kebersihan lingkungan, layanan kesehatan, hingga dukungan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Menurut dia, kenyamanan pengunjung harus menjadi perhatian bersama agar wisatawan yang datang memperoleh pengalaman positif selama mengikuti rangkaian kegiatan festival.

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, dan unsur terkait untuk memperkuat koordinasi serta memastikan seluruh kebutuhan pendukung kegiatan dapat terpenuhi dengan baik.

"Jangan sampai ada keluhan terkait persoalan sampah, kemacetan, maupun keamanan. Semua OPD harus turun langsung. Camat dan lurah juga perlu menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban selama festival berlangsung," katanya.

Selain kesiapan teknis di lapangan, pemerintah daerah juga mendorong penguatan promosi guna memperluas jangkauan informasi kepada calon wisatawan. Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga diminta mengoptimalkan publikasi melalui berbagai platform digital dan menjalin kolaborasi dengan influencer pariwisata.

Melalui promosi yang lebih masif, Pemkot Singkawang berharap Festival Bakcang 2026 mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Kota Singkawang sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026