Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang meminta percepatan pembangunan infrastruktur serta penyederhanaan perizinan investasi kepada pemerintah pusat melalui forum REBOAN (Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah) yang digelar Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri secara daring.
"Forum ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menyampaikan berbagai isu strategis, termasuk kendala pembangunan di daerah," ujar Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie usai mengikuti kegiatan tersebut dari TCM Room Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan sejumlah persoalan yang berdampak pada pelaksanaan pembangunan, terutama terkait kebijakan pengurangan transfer anggaran pusat yang memengaruhi sejumlah program infrastruktur dasar di daerah.
Menurut dia, pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang telah ditentukan peruntukannya berdampak pada tertundanya sejumlah kegiatan, seperti pembangunan jalan lingkungan, rehabilitasi sekolah, serta perbaikan dan normalisasi drainase.
“Efisiensi anggaran memang dipahami, tetapi di lapangan banyak program infrastruktur dasar yang tertunda. Kami berharap ada skema relaksasi atau dukungan agar pembangunan tetap berjalan,” kata Tjhai Chui Mie.
Selain isu fiskal, ia juga menyoroti perlunya dukungan pemerintah pusat dalam pengembangan sektor ketahanan pangan melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), mengingat masih besarnya potensi lahan pertanian di wilayah Singkawang Selatan dan Singkawang Timur.
Ia menilai modernisasi sektor pertanian penting untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus menekan biaya produksi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Di sektor infrastruktur strategis, Wali Kota Singkawang ini turut mendorong percepatan pengembangan Bandara Singkawang, khususnya pembangunan apron dan perpanjangan landasan pacu.
Ia menjelaskan saat ini Bandara Singkawang yang mulai beroperasi pada 2024 masih melayani pesawat jenis ATR, sehingga perlu peningkatan kapasitas agar dapat didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing 737 atau Airbus A320.
“Pengembangan bandara ini penting untuk membuka akses penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya, bahkan peluang internasional, terutama saat event pariwisata daerah,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Singkawang juga menekankan pentingnya penyederhanaan proses perizinan yang masih harus melalui tahapan di tingkat pusat, yang dinilai dapat memperlambat realisasi investasi di daerah, termasuk pembangunan hotel dan fasilitas penunjang pariwisata.
Melalui forum REBOAN ini, dia berharap adanya perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap keberlanjutan pembangunan daerah, khususnya di sektor infrastruktur, konektivitas, dan investasi.
“Daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan pusat agar pembangunan bisa lebih cepat dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Tjhai Chui Mie.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.