Pontianak (ANTARA) - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga warisan sejarah Kesultanan Kubu sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

"Pada peringatan Haul Agung Raja Kubu ke-238 yang berlangsung di halaman Istana Keraton Kesultanan Kubu, Kabupaten Kubu Raya ini saya mengajak para ulama, habaib, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga besar Kesultanan Kubu, serta ribuan masyarakat yang datang untuk mengikuti rangkaian haul untuk bersama-sama menjaga kelestarian budaya di Keratin Kubu ini," kata Krisantus di Kubu, Minggu.

Krisantus memberikan apresiasi kepada keluarga besar Kesultanan Kubu dan masyarakat yang telah menjaga tradisi haul selama lebih dari dua abad sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri kerajaan.

Menurut dia, keberlangsungan Haul Agung Raja Kubu selama 238 tahun menjadi bukti bahwa peradaban kerajaan dan kesultanan memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

"Haul ini sudah berusia 238 tahun, sebuah perjalanan waktu yang sangat panjang, bahkan lebih tua dari usia Republik Indonesia. Ini membuktikan bahwa fondasi bangsa kita dibangun di atas peradaban kerajaan dan kesultanan yang luhur," katanya.

Krisantus menilai tradisi haul tidak hanya menjadi sarana mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas budaya, menjaga kearifan lokal, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Ia mengatakan keberadaan kerajaan dan kesultanan di Kalimantan Barat merupakan bagian penting dari sejarah daerah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian situs sejarah, Krisantus meminta pihak Keraton Kubu segera mengajukan proposal pembenahan infrastruktur kawasan istana, terutama pada bagian halaman dan lantai bangunan yang memerlukan perhatian.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen mendukung upaya pelestarian cagar budaya dan peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.

Selain menyoroti aspek sejarah dan budaya, Krisantus juga memanfaatkan momentum haul untuk mengajak masyarakat terus menjaga harmoni sosial di Kalimantan Barat yang dikenal sebagai salah satu daerah paling majemuk di Indonesia.

Ia menyebut Kalimantan Barat dihuni oleh puluhan kelompok etnis dan berbagai pemeluk agama yang selama ini hidup berdampingan dalam suasana damai dan saling menghormati.

Karena itu, ia mengingatkan agar tidak lagi muncul dikotomi antara masyarakat yang dianggap "asli" dan "pendatang" karena seluruh warga yang hidup dan berkontribusi di Kalimantan Barat memiliki kedudukan yang sama sebagai bagian dari masyarakat daerah.

"Suku apa pun, agama apa pun, jika sudah berada dan hidup di Kalimantan Barat, maka mereka adalah Putra Daerah Kalimantan Barat yang wajib mendapatkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang sama dari pemerintah," ujarnya.

Ia mengibaratkan keberagaman masyarakat Kalimantan Barat seperti sebuah tenda yang berdiri kokoh karena berbagai unsur yang berbeda saling menguatkan dan bekerja sama untuk memberikan perlindungan bagi semua.

Menurut Krisantus, semangat persatuan tersebut harus terus dijaga sebagai modal utama dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Peringatan Haul Agung Raja Kubu ke-238 juga dihadiri sejumlah tokoh agama dan masyarakat, di antaranya Habib Muhamad Bin Syech Abubakar, Habib Toha, Habib Abdul Qodir Baagil, unsur Forkopimda Kabupaten Kubu Raya, anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, perwakilan Bank Kalbar, serta sejumlah pimpinan lembaga dan organisasi masyarakat.

Menutup sambutannya, Krisantus menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat guna memastikan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan maupun usulan pembangunan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

"Jika ada urusan kemasyarakatan atau pemerintahan tingkat provinsi, silakan datang ke kantor gubernur. Pintu ruangan Wakil Gubernur selalu terbuka lebar untuk masyarakat," katanya.

Melalui peringatan Haul Agung Raja Kubu tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap nilai-nilai sejarah, budaya, dan kebersamaan yang diwariskan para pendahulu dapat terus menjadi fondasi dalam memperkuat persatuan dan pembangunan daerah di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026