Pontianak (ANTARA) - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendorong Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) untuk mengambil peran lebih besar sebagai penggerak pembangunan daerah melalui kontribusi pemikiran, inovasi, dan penguatan sumber daya manusia di berbagai sektor strategis.

"Saya berharap ICDN yang terdiri dari para cendekiawan dan akademisi, yang memiliki pengetahuan, pengalaman serta pendidikan yang mumpuni, dapat memberikan masukan yang konstruktif dan solutif kepada pemerintah demi kemajuan Kalbar," kata Krisantus Kurbiawan saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I ICDN Dewan Pimpinan Wilayah Kalimantan Barat tahun 2026 Sungai Raya, Minggu.

Krisantus mengapresiasi pelaksanaan Rakerwil ICDN Kalbar yang menjadi salah satu yang pertama digelar di Indonesia sejak organisasi tersebut terbentuk di tingkat daerah.

"Selamat atas terselenggaranya Rapat Kerja Wilayah I ICDN Provinsi Kalbar. Sesuai arahan Ketua Umum tadi, sepertinya Kalbar yang tercepat, yang artinya Kalbar yang terbaik karena lebih dahulu menyelenggarakan Rakerwil," tuturnya.

Menurut Krisantus, keberadaan ICDN yang beranggotakan akademisi, profesional, birokrat, dan berbagai kalangan intelektual Dayak merupakan aset penting yang dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan daerah.

Ia berharap organisasi tersebut mampu menghadirkan gagasan yang konstruktif dan solutif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan Kalimantan Barat di masa mendatang.

Lebih lanjut, Krisantus menegaskan masyarakat Dayak, khususnya kalangan intelektual yang tergabung dalam ICDN, harus berani tampil sebagai pelaku utama pembangunan dan tidak hanya menjadi penonton dalam berbagai sektor strategis.

Menurutnya, peluang pembangunan yang semakin terbuka harus dimanfaatkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan keberanian berkompetisi dalam bidang ekonomi, sosial, politik, maupun pemerintahan.

"Saya ingin ICDN menjadi pemeran utama, bukan hanya menjadi penonton tetapi menjadi nakhoda, menjadi pemeran utama, bukan pemeran figuran," tegasnya.

Selain penguatan sumber daya manusia, Krisantus menyoroti pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah perkembangan digital yang berlangsung sangat cepat.

Ia mengingatkan kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kemampuan literasi digital agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus terhindar dari berbagai dampak negatif seperti penyebaran hoaks, judi daring, radikalisme, hingga berbagai bentuk penipuan digital.

"Suka tidak suka, kita harus mengikuti perkembangan dunia komunikasi, informasi dan globalisasi yang sarat dengan teknologi. Namun kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan agar teknologi benar-benar memberikan manfaat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus  mengajak ICDN untuk turut mengawal pemanfaatan sumber daya alam Kalimantan Barat agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.

Menurut dia, Kalimantan Barat memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan harus dikelola secara berkelanjutan dengan mengedepankan nilai tambah bagi daerah.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek besar adalah pengembangan energi biomassa berbahan baku limbah kelapa sawit, terutama cangkang sawit yang selama ini banyak dipasarkan ke luar daerah.

Ia mengatakan biomassa merupakan sumber energi terbarukan yang dapat menjadi alternatif pengganti energi fosil sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kalimantan Barat.

"Kalau batu bara suatu saat bisa habis karena tidak dapat diperbarui. Tetapi biomassa dari kelapa sawit berbeda, ini renewable, bisa terus diperbarui karena ada pohonnya. Saya ingin Kalbar memanfaatkan energi yang ada di Kalbar sendiri," ujarnya.

Krisantus mengungkapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk PLN, untuk mendorong pengembangan energi biomassa sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan dan penguatan ketahanan energi daerah.

Sementara itu, Ketua DPW ICDN Kalbar Heri Saman mengatakan Rakerwil I ICDN Kalbar menjadi momentum untuk menyusun arah organisasi melalui pembahasan program kerja pada tiga komisi utama, yakni komisi sumber daya manusia, komisi pemerintahan, dan komisi sumber daya alam.

Menurut dia, hasil pembahasan dari ketiga komisi tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan program ICDN Kalbar dalam mendukung pembangunan daerah dan memperkuat kontribusi kaum intelektual Dayak bagi kemajuan Kalimantan Barat.

"ICDN merupakan kumpulan cendekiawan Dayak di Kalbar, baik dari kalangan akademisi, politisi maupun profesional. Karena itu kami siap berkolaborasi dan menjadi mitra pemerintah dengan memberikan masukan serta pemikiran untuk pembangunan Kalbar," katanya.

Melalui Rakerwil tersebut, ICDN Kalbar diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai wadah intelektual yang tidak hanya menghasilkan gagasan strategis, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta peningkatan daya saing Kalimantan Barat di tingkat nasional maupun global.

 

 



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026