Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan desa dan kawasan perbatasan melalui program unggulan Gema Membangun Desa (GMD) yang digulirkan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan di Temajuk.
"Tujuan kami tidak lain adalah untuk membangun Desa Temajuk bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat," kata Norsan di Temajuk, Sambas, Minggu.
Menurut Norsan, program yang sebelumnya berhasil dijalankan saat dirinya menjabat Bupati Mempawah itu kini diperluas sebagai instrumen pembangunan yang menghadirkan pemerintah secara langsung di tengah masyarakat, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan geografis dan kebutuhan pelayanan publik yang tinggi.
Ia menjelaskan kehadiran pemerintah melalui GMD tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menghadirkan berbagai layanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Layanan tersebut meliputi pembayaran pajak kendaraan bermotor, administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan, gerakan pangan murah, bantuan sosial bagi masyarakat, bantuan untuk rumah ibadah, hingga berbagai kegiatan olahraga yang melibatkan warga.
Menurut Norsan, pendekatan pelayanan terpadu tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat desa memperoleh akses layanan yang sama dengan masyarakat di wilayah perkotaan.
Selain pelayanan publik, Norsan juga menyoroti besarnya potensi ekonomi dan pariwisata yang dimiliki Desa Temajuk. Kawasan pesisir yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan.
Ria Norsan menyebut kawasan hutan di sekitar pantai dapat dikembangkan menjadi hutan sosial yang mendukung sektor pariwisata berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
"Pengembangan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha, menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," katanya.
Norsan juga mengingatkan bahwa status Desa Temajuk yang kini telah menjadi Desa Mandiri harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut dia, kemandirian desa bukan hanya diukur dari status administratif, melainkan dari kemampuan desa dalam mengelola potensi ekonomi, menciptakan peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
"Temajuk telah berstatus sebagai desa mandiri. Namun, status tersebut bukanlah tujuan akhir. Kemandirian desa harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan usaha, menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Norsan juga mengungkapkan rencana aktivasi perlintasan Temajuk, Indonesia–Teluk Melano, Malaysia yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Ia menilai pembukaan akses lintas batas tersebut akan menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi kawasan perbatasan karena dapat meningkatkan arus wisatawan, perdagangan, hubungan sosial budaya, dan investasi.
"Insya Allah, pada bulan Agustus mendatang akan dilakukan aktivasi perlintasan Temajuk–Teluk Melano. Terbukanya akses ini akan membawa peluang besar bagi peningkatan kunjungan wisata, perdagangan, hubungan sosial budaya, serta aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan," ujar dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Sambas Heroaldi mengatakan pemerintah daerah terus mengoptimalkan potensi Temajuk sebagai kawasan strategis nasional yang diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan.
Menurut Heroaldi, sektor pariwisata dan industri garam menjadi dua potensi unggulan yang saat ini terus didorong pengembangannya.
Ia menilai kualitas garam yang dihasilkan masyarakat Temajuk memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpeluang menjadi komoditas unggulan apabila didukung dengan teknologi, investasi, dan akses pasar yang memadai.
"Kualitas garam di Kecamatan Temajuk memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dapat dikembangkan secara optimal," katanya.
Heroaldi menambahkan Temajuk saat ini masuk dalam kawasan Program Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga membuka peluang percepatan pembangunan melalui sinergi program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Status tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan daya saing kawasan perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Dalam dialog bersama masyarakat yang menjadi bagian dari rangkaian Gema Membangun Desa, sejumlah warga menyampaikan aspirasi terkait pengembangan sektor ekonomi lokal, khususnya industri garam dan usaha mikro di wilayah perbatasan.
Salah seorang pelaku usaha garam di Temajuk, Muhidin, berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih besar terhadap pengembangan usaha masyarakat sehingga mampu menjadi penggerak utama perekonomian desa.
"Yang jelas kami sangat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih sehingga para pelaku usaha dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi utama bagi masyarakat di wilayah perbatasan," katanya.
Selain pelayanan publik dan dialog masyarakat, kegiatan Gema Membangun Desa juga dirangkaikan dengan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 serta peluncuran Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang Sekolah Menengah Atas Provinsi Kalimantan Barat.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan akses pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan perbatasan.
Kegiatan yang dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Sambas, tokoh masyarakat, dan warga Desa Temajuk itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar Indonesia di Kalimantan Barat.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.