Bengkayang (ANTARA) - Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menilai tradisi Nyobeng yang dilestarikan masyarakat Dusun Sebujit, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, memiliki peran penting sebagai perekat kerukunan sekaligus penguat identitas masyarakat yang hidup di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Menurut Darwis, di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi, tradisi Nyobeng tidak hanya menjadi warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan masyarakat. 

"Tradisi Nyobeng mengandung nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur, seperti gotong royong, persaudaraan, penghormatan terhadap adat dan budaya, serta semangat hidup rukun dalam keberagaman. Nilai-nilai ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda," kata Darwis saat menghadiri kegiatan Nyobeng di Sebujit, Senin. 

Ia mengatakan, masyarakat perbatasan memiliki peran strategis dalam menjaga identitas bangsa. Karena itu, pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter masyarakat sekaligus menjaga keutuhan bangsa.  

Menurut dia, Nyobeng menjadi bukti bahwa masyarakat adat mampu mempertahankan tradisi leluhur di tengah perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan.

"Sebagai daerah perbatasan, Bengkayang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Tradisi seperti Nyobeng bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat adat, tetapi juga menjadi identitas daerah dan aset budaya yang harus kita lestarikan bersama," ujarnya.

Darwis mengapresiasi masyarakat adat Dayak Bidayuh Sebujit yang hingga kini tetap menjaga dan melaksanakan tradisi tersebut secara turun-temurun. Ia berharap generasi muda dapat terus mengenal, mempelajari, dan mencintai budaya daerah agar tradisi yang telah diwariskan leluhur tidak hilang ditelan zaman.

Selain sebagai ritual adat, lanjut dia, Nyobeng juga menjadi momentum mempererat silaturahmi masyarakat. Warga yang merantau biasanya pulang kampung untuk mengikuti rangkaian kegiatan adat sehingga tercipta ruang kebersamaan yang memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Bengkayang akan terus mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah. Budaya adalah identitas dan kekuatan kita, sehingga harus dijaga agar tetap hidup dan berkembang," katanya.

Tradisi Nyobeng yang dilaksanakan masyarakat adat di Sebujit selama ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada leluhur, tetapi juga menjadi cerminan kuatnya nilai persatuan dan kerukunan masyarakat perbatasan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Nyobeng jadi perekat kerukunan dan identitas masyarakat perbatasan

Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026