Bengkayang (ANTARA) - Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan menjadi momentum penting untuk memetakan secara menyeluruh potensi ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
"Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional untuk memperoleh gambaran lengkap dan akurat mengenai kondisi serta potensi ekonomi. Data yang dihasilkan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, pemberdayaan usaha, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Sebastianus Darwis di Bengkayang, Selasa.
Ia mengatakan Kabupaten Bengkayang sebagai daerah perbatasan memiliki berbagai potensi ekonomi yang perlu didukung dengan data yang akurat, mulai dari sektor pertanian, perdagangan lintas batas, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
Menurut dia, data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan membantu pemerintah dalam memetakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta menyusun program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Wilayah perbatasan memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Karena itu, kita membutuhkan data yang benar-benar akurat agar setiap kebijakan yang diambil mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Sebastianus menilai penguatan ekonomi di wilayah perbatasan tidak dapat dilepaskan dari pelestarian budaya dan kearifan lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat.
Menurut dia, pengetahuan tradisional dalam mengelola lahan, menjaga keseimbangan alam dan memanfaatkan sumber daya secara bijak merupakan modal penting untuk mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat perbatasan.
Hal tersebut, lanjut dia, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya poin kedua yang menekankan pentingnya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional.
"Oleh karena itu, pelestarian budaya dan kearifan lokal bukan hanya berfungsi menjaga jati diri bangsa, tetapi juga menjadi landasan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan ekonomi yang berkelanjutan," katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Bengkayang untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar, lengkap, serta sesuai kondisi usaha yang sebenarnya.
Pendataan lapangan oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkayang dijadwalkan berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan metode kunjungan langsung ke rumah maupun lokasi usaha.
"Di tengah semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi nilai luhur masyarakat kita, saya mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk turut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Dengan partisipasi kita bersama, data yang dihasilkan akan menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan ekonomi Kabupaten Bengkayang di masa mendatang," kata Sebastianus.
Ia berharap pelaksanaan sensus tersebut dapat menghasilkan data berkualitas yang mampu menjadi pijakan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, termasuk mempercepat pengembangan kawasan perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Barat.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.