Singkawang (ANTARA) - Pergelaran Singkawang Grebeg Suro 2026 di Taman Parkir Kridasana diproyeksikan mampu menciptakan perputaran uang hingga Rp3,5 miliar di tengah masyarakat selama pelaksanaan kegiatan budaya tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana Singkawang Grebeg Suro 2026 Supardiana, mengatakan potensi transaksi ekonomi tersebut dihitung dari perkiraan jumlah pengunjung yang mencapai 20.000 hingga 25.000 orang dengan rata-rata pengeluaran antara Rp75.000 hingga Rp150.000 per orang.

"Apabila jumlah pengunjung selama kegiatan 20 ribu sampai 25 ribu orang dan setiap pengunjung membelanjakan uangnya Rp75 ribu sampai Rp150 ribu, maka akan terjadi perputaran uang sekitar Rp2,5 miliar sampai Rp3,5 miliar di tengah masyarakat," katanya di Singkawang, Rabu.

Menurut dia, perputaran ekonomi tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD) serta menciptakan efek berganda bagi berbagai sektor usaha di Kota Singkawang.

"Acara ini berlangsung mulai 22-27 Juni 2026. Panitia juga menyiapkan 59 stan UMKM yang menjajakan kuliner khas Jawa dan jamu tradisional sebagai bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat selama kegiatan berlangsung," ujarnya.

Selain UMKM, manfaat ekonomi diperkirakan turut dirasakan pelaku usaha di sektor pariwisata, hotel, homestay, rumah kos, restoran, rumah makan hingga pedagang kaki lima.

Supardiana mengatakan Grebeg Suro tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan penguatan persatuan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

"Grebeg Suro membuktikan budaya itu bisa menjadi sumber penghidupan. Melestarikan tradisi, menguatkan persatuan, sekaligus menggerakkan ekonomi," ujarnya.

 



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026