Aroma kue yang baru matang hampir setiap hari memenuhi dapur rumah perempuan 39 tahun tersebut. Dari ruang sederhana itu, berbagai pesanan bolu kukus, brownies, bolen, donat, roti, hingga kue ulang tahun dipersiapkan untuk pelanggan dari berbagai wilayah di Bengkayang dan sekitarnya.
Di balik kesibukan tersebut, tersimpan kisah keberanian seorang ibu rumah tangga yang memilih meninggalkan pekerjaan tetap demi menekuni usaha yang berawal dari hobi sederhana. Usaha rumahan yang diberinya nama Mamis Cake and Bakery kini menjadi sumber penghasilan tambahan keluarga sekaligus ruang bagi dirinya untuk terus berkarya.
Perjalanan Mamis Cake and Bakery bermula pada 2016. Saat itu, Ira masih bekerja sebagai staf administrasi di perusahaan jasa pengiriman di kotanya. Selama 18 tahun bekerja di perusahaan tersebut, ia menjalani rutinitas yang cukup padat. Namun di sela-sela kesibukan itu, ia tetap menyempatkan diri menekuni hobinya membuat kue untuk keluarga dan tetangga sekitar.
Awalnya, aktivitas membuat kue hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang. Berbagai resep dicoba secara mandiri, mulai dari bolu, brownies hingga aneka jajanan rumahan. Tanpa disangka, hasil buatannya mendapat banyak pujian.
"Awalnya saya hanya membuat kue untuk keluarga dan tetangga dekat. Banyak yang bilang rasanya enak dan meminta dibuatkan untuk acara mereka," ujarnya pada ANTARA.
Permintaan yang terus berdatangan perlahan mengubah hobi menjadi peluang usaha. Dari pesanan kecil untuk keluarga dan kerabat, pelanggan mulai bertambah dari waktu ke waktu. Semakin banyak orang yang memesan, semakin besar pula waktu yang harus dicurahkan untuk mempersiapkan setiap pesanan.
Di satu sisi, pekerjaan tetap memberikan kepastian penghasilan. Namun di sisi lain, usaha yang dirintis dari rumah menunjukkan perkembangan yang semakin menjanjikan. Situasi tersebut membuat Ira harus menentukan pilihan yang tidak mudah.
Saat itu, alasan yang mendorongnya mengambil keputusan tersebut bukan semata-mata karena usaha kue mulai berkembang. Ia ingin memiliki lebih banyak waktu di rumah dan mendampingi anak-anak yang selama ini kerap terlewat akibat kesibukan bekerja.
"Alasan paling mendasar saya memutuskan berhenti adalah ingin punya lebih banyak waktu di rumah dan bisa selalu dekat dengan anak-anak. Pekerjaan kantor menyita banyak waktu, sampai saya merasa sering terlewatkan momen mengurus mereka dan mengawasi kegiatan sehari-hari," ujarnya.
Di sisi lain, pesanan kue yang terus bertambah juga membutuhkan perhatian yang lebih serius. Kondisi itu membuatnya semakin yakin untuk fokus mengembangkan usaha rumahan yang dirintisnya agar tetap dapat mengurus keluarga sekaligus memiliki penghasilan sendiri.
Pada Maret 2025, Ira akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai staf administrasi jasa pengiriman dan fokus mengembangkan usaha kue yang telah dirintis selama hampir satu dekade. Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Meski meninggalkan pekerjaan yang telah dijalani selama hampir dua dekade bukan perkara mudah, Ira merasa langkah itu merupakan pilihan terbaik untuk keluarga sekaligus masa depan usahanya.
"Keputusan itu tidak mudah," kata Ira sambil sibuk mengaduk adonan.
Tangannya terus bergerak meracik bahan-bahan kue sambil sesekali memeriksa pesanan yang sedang diproses. Kesibukan itu kini menjadi bagian dari rutinitas hariannya, jauh berbeda dibanding saat masih bekerja di kantor.
Ia mengaku sempat diliputi rasa cemas ketika memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaan tetapnya. Kekhawatiran kehilangan gaji bulanan dan ketidakpastian masa depan usaha sempat menghantuinya.
"Awalnya pasti ada rasa takut dan ragu. Tetapi saya juga merasa lebih semangat karena bisa mengatur waktu sendiri dan lebih fokus mengembangkan usaha," katanya.
Keyakinan bahwa kerja keras akan menghasilkan sesuatu membuatnya mantap melangkah.
Sejak saat itu, Mamis Cake and Bakery berkembang menjadi fokus utama aktivitasnya sehari-hari. Dapur rumah yang dahulu hanya menjadi tempat menyalurkan hobi kini berubah menjadi ruang produksi yang melayani puluhan pesanan setiap bulan.
Kini berbagai jenis kue diproduksi sesuai pesanan pelanggan. Mulai dari bolu kukus, brownies, bolen, roti, donat, karipap, kue basah tradisional, kue kering, hingga aneka kue ulang tahun dengan beragam desain. Melalui Mamis Cake and Bakery, Ira melayani berbagai kebutuhan pelanggan, mulai dari konsumsi keluarga, acara ulang tahun, syukuran, hingga berbagai perayaan lainnya.
Di antara berbagai produk tersebut, bolu kukus, brownies, bolen, dan kue ulang tahun menjadi produk yang paling banyak diminati pelanggan.
Perjalanan usahanya tidak berlangsung instan. Pada awal merintis, pelanggan Ira hanya berasal dari lingkaran pertemanan dan tetangga sekitar rumah. Pada masa-masa awal tersebut, jumlah pesanan yang diterimanya masih sangat terbatas, hanya sekitar lima hingga 10 pesanan dalam sebulan.
Namun seiring waktu, kualitas produk yang konsisten serta promosi yang dilakukan melalui media sosial membuat usahanya semakin dikenal. Jumlah pelanggan terus bertambah dan pesanan tidak lagi datang hanya dari lingkungan sekitar rumah.
Pada hari-hari biasa, Ira kini mampu menerima sekitar 15 hingga 25 pesanan setiap bulan. Sementara menjelang hari raya, akhir tahun, atau musim perayaan lainnya, jumlah pesanan dapat melonjak hingga 40 sampai 60 pesanan bahkan lebih.
Saat ini, pesanan datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Bengkayang dan sekitarnya. Banyak pelanggan yang awalnya membeli sekali kemudian kembali memesan dan menjadi pelanggan tetap.
Menurut Ira, menjaga kepercayaan pelanggan merupakan kunci utama keberlangsungan usaha rumahan yang dijalankannya.
Ia selalu berusaha menggunakan bahan baku yang segar dan berkualitas untuk menjaga cita rasa produk. Selain itu, kejujuran dalam berusaha, harga yang wajar, serta ketepatan waktu pengantaran maupun pengambilan pesanan menjadi prinsip yang terus dipegangnya.
"Kalau pelanggan puas, biasanya mereka akan kembali memesan dan merekomendasikan kepada orang lain," ujarnya.
Di balik perkembangan usaha tersebut, Ira tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga. Ia menyadari bahwa keberhasilan usaha tidak boleh mengorbankan keharmonisan keluarga.
Setiap hari ia membagi waktu dengan cermat. Pagi digunakan untuk mengurus kebutuhan rumah tangga dan keluarga. Setelah itu, ia mulai fokus mengolah adonan dan menyiapkan pesanan pelanggan.
Ketika pesanan sedang banyak, terutama menjelang hari raya atau akhir tahun, pekerjaan sering berlanjut hingga malam hari setelah anak-anak tidur.
"Komunikasi dengan keluarga sangat penting supaya mereka mengerti dan mendukung usaha yang saya jalankan," katanya.
Meski usaha terus berkembang, berbagai tantangan masih dihadapi. Fluktuasi harga bahan baku menjadi salah satu kendala yang paling sering dirasakan. Harga telur, tepung, mentega, maupun bahan lainnya kerap berubah secara tiba-tiba sehingga memengaruhi biaya produksi.
Selain itu, persaingan usaha yang semakin ketat menuntutnya untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produk. Keterbatasan modal pada masa awal merintis usaha juga menjadi tantangan tersendiri yang mengharuskannya mengelola keuangan secara hati-hati agar usaha tetap berjalan.
Di era digital, Ira memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Melalui WhatsApp, Facebook, dan Instagram, ia rutin membagikan foto-foto hasil karyanya kepada calon pelanggan.
Cara tersebut terbukti cukup efektif. Banyak pesanan masuk melalui pesan singkat maupun telepon. Sebagian pelanggan juga datang melalui rekomendasi dari mulut ke mulut yang kemudian berlanjut melalui aplikasi perpesanan.
Digitalisasi keuangan permudah pelayanan pelanggan
Seiring berkembangnya Mamis Cake and Bakery, Ira mulai memanfaatkan layanan keuangan digital untuk mendukung operasional usahanya. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan sekaligus membantu pengelolaan transaksi usaha agar lebih tertata.
Jika pada awal merintis usaha seluruh transaksi dilakukan secara tunai, kini pelanggan dapat memilih berbagai metode pembayaran yang lebih praktis, mulai dari transfer bank hingga pembayaran menggunakan QRIS.
Menurut Ira, kemudahan tersebut sangat membantu, terutama bagi pelanggan yang melakukan pemesanan dari lokasi yang cukup jauh atau memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung.
"Proses transaksi menjadi lebih cepat, sementara pembayaran dapat dilakukan kapan saja tanpa harus membawa uang tunai," ujarnya.
Ia mengatakan penggunaan layanan perbankan, termasuk rekening yang dimilikinya di Bank Rakyat Indonesia (BRI), turut mendukung kelancaran operasional usaha. Selain mempermudah penerimaan pembayaran, layanan tersebut juga membantu pencatatan arus masuk keuangan usaha menjadi lebih rapi.
Bagi Ira, pemanfaatan teknologi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Dengan transaksi yang lebih praktis dan pengelolaan keuangan yang lebih tertata, usaha rumahan yang dirintisnya kini dapat dijalankan dengan lebih profesional.
Usaha yang dirintis dari dapur rumah itu kini mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Dalam kondisi normal, Ira menerima sekitar 15 hingga 25 pesanan setiap bulan. Jumlah tersebut meningkat signifikan saat musim hari raya, akhir tahun, maupun berbagai perayaan lainnya hingga mencapai 40 sampai 60 pesanan bahkan lebih.
Peningkatan jumlah pesanan tersebut turut berdampak pada pendapatan usaha yang dijalankannya. Meski pendapatan tidak selalu sama setiap bulan, rata-rata keuntungan bersih yang diperoleh berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta atau lebih. Baginya, penghasilan tersebut cukup berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung keberlangsungan usaha yang terus berkembang.
Di tengah segala keterbatasan, Ira masih menyimpan harapan besar agar Mamis Cake and Bakery dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa mengurangi kualitas produk yang selama ini menjadi kepercayaan konsumen.
Ia berharap suatu saat usahanya tidak hanya dikenal di Bengkayang, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Menurutnya, usaha mikro memiliki peluang besar untuk berkembang selama didukung oleh kualitas produk, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar mengikuti perkembangan zaman.
Selain itu, Ira juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih luas kepada pelaku usaha mikro, khususnya terkait akses permodalan, pelatihan pengembangan usaha, serta pendampingan pemasaran. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting bagi usaha rumahan yang sebagian besar dirintis dari modal terbatas namun memiliki potensi untuk terus berkembang.
Kepada para perempuan yang masih ragu memulai usaha karena takut gagal, Ira berpesan agar tidak membiarkan ketakutan menghalangi langkah untuk berkembang.
"Jangan biarkan rasa takut itu menahan langkahmu. Ingat, setiap keahlian tidak datang begitu saja, tetapi ia tumbuh dari mencoba, berlatih, dan belajar dari setiap kesalahan. Gagal bukan berarti kamu tidak mampu, itu hanya cara untuk tahu apa yang harus diperbaiki agar nanti hasilnya lebih baik," pesannya.
Menurut Ira, setiap usaha besar selalu berawal dari langkah kecil. Karena itu, seseorang tidak perlu menunggu segala sesuatu sempurna untuk mulai mencoba.
"Mulailah dari hal yang paling kecil, dari apa yang kamu miliki dan bisa lakukan. Tidak perlu menunggu sempurna untuk memulai, justru dengan memulai itulah kamu akan menjadi semakin terampil. Setiap perempuan punya potensi dan kelebihan masing-masing, keberanian untuk melangkah adalah kuncinya.
Kalau saya bisa memulainya dari hobi sederhana, kamu pun pasti bisa menemukan jalannya sendiri. Tetap percaya pada dirimu sendiri, dan nikmati setiap prosesnya," katanya.
Bagi Ira, keberhasilan usaha bukan hanya tentang besarnya keuntungan yang diperoleh. Lebih dari itu, keberhasilan adalah ketika hobi yang dulu dilakukan untuk keluarga kini mampu menjadi sumber penghasilan, sekaligus membuka jalan bagi dirinya untuk tetap dekat dengan keluarga tanpa meninggalkan impian yang ingin diwujudkan.
Perjalanan yang dimulai dari dapur rumah pada 2016 itu kini terus berlanjut. Dari sekadar mencoba membuat kue untuk keluarga dan tetangga, Ira membuktikan bahwa ketekunan, konsistensi, dan keberanian mengambil keputusan dapat membuka jalan menuju peluang yang sebelumnya tak pernah dibayangkan.
Dari dapur sederhana yang setiap hari dipenuhi aneka produk Bakary dan kue ulang tahun, Ira terus merajut harapan. Bukan hanya untuk mengembangkan Mamis Cake and Bakery, tetapi juga untuk memastikan bahwa mimpi, keluarga, dan pekerjaan dapat berjalan beriringan dalam satu perjalanan hidup yang sama.
Kualitas dan rasa yang konsisten
Bagi Mikiliawati, Mamis Cake and Bakery bukan sekadar tempat membeli kue. Sebagai sahabat yang telah mengenal Ira sejak awal merintis usaha, ia menjadi salah satu saksi perjalanan bisnis rumahan tersebut hingga berkembang menjadi usaha yang kini memiliki banyak pelanggan.
Mikiliawati mengaku telah menjadi pelanggan setia Mamis Cake and Bakery sejak mulai di rintis , bahkan dia juga menjadi bagian dari pencoba rasa. Menurutnya, sejak masih bekerja di perusahaan ekspedisi hingga akhirnya memutuskan fokus mengembangkan usaha baking dari rumah, Ira menunjukkan konsistensi dalam menjaga kualitas produk sekaligus terus berinovasi menghadirkan berbagai jenis kue.
"Awalnya Ira lebih banyak menerima pesanan kue ulang tahun. Setiap ada perayaan di keluarga, kami selalu memesan kepadanya karena hasilnya sesuai dengan keinginan dan harganya juga terjangkau. Seiring waktu, setelah fokus mengembangkan usaha, pilihan kuenya semakin beragam," katanya.
Sebagai orang yang mengikuti perjalanan usaha tersebut sejak awal, Mikiliawati menilai perkembangan Mamis Cake and Bakery tidak terlepas dari ketekunan Ira dalam membangun kepercayaan pelanggan. Baginya, usaha itu tumbuh bukan hanya karena produknya yang berkualitas, tetapi juga karena komitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik.
Menurut Mikiliawati, kualitas menjadi alasan utama dirinya tetap setia sebagai pelanggan. Ia menilai setiap kue memiliki tekstur yang lembut, cita rasa yang disukai semua anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga orang tua, serta selalu dalam kondisi segar karena diproduksi setelah pesanan diterima.
Selain kue ulang tahun, bolen pisang raja menjadi salah satu produk favorit keluarganya. Perpaduan rasa manis, aroma pisang yang khas, dan taburan keju membuat produk tersebut memiliki cita rasa yang istimewa. Pada momen-momen tertentu, seperti Lebaran, Natal, dan Gawai, ia juga rutin memesan hampers karena tampilannya menarik dan cocok dijadikan bingkisan.
Kemudahan transaksi juga menjadi nilai tambah bagi pelanggan. Jika dahulu pembayaran dilakukan secara tunai saat pesanan diantar, kini seluruh proses yang dia lakukan melalui layanan BRImo. Menurut Mikiliawati, sistem pembayaran digital tersebut membuat proses pemesanan menjadi lebih praktis, cepat, dan efisien.
"Pesan, transfer, antar, biasa begitu kalau saya pesan," katanya.
Sebagai sahabat sekaligus pelanggan setia, Mikiliawati berharap Mamis Cake and Bakery terus mempertahankan kualitas bahan baku, menjaga konsistensi rasa, serta terus mengikuti perkembangan tren agar tampilan dan variasi produknya semakin menarik.
Ia juga berharap usaha yang dirintis dari rumah itu dapat terus berkembang hingga memiliki toko kue sendiri yang bukan hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk menikmati aneka kue ditemani secangkir teh atau kopi.
Senada juga disampaikan Nini, dia mengaku telah mengikuti perjalanan Mamis Cake & Bakery sejak usaha itu pertama kali dirintis. Hingga kini, ia masih rutin membeli berbagai produk roti dan kue buatan Mamis.
Menurutnya, kualitas produk menjadi alasan utama ia tetap setia menjadi pelanggan.
"Kuennya lembut, lumer di mulut. Teksturnya empuk, padat tapi tidak seret di tenggorokan. Manisnya juga pas, jadi cocok dimakan sambil minum kopi," ujarnya.
Bagi Nini, konsistensi rasa menjadi kekuatan Mamis Cake & Bakery. Meski usaha tersebut terus berkembang, cita rasa yang dikenalnya sejak awal tetap terjaga.
"Saya sudah cukup lama jadi pelanggan, sejak mereka baru mulai membuka usaha sampai sekarang. Rasanya tetap enak, itu yang membuat saya terus kembali membeli," katanya.
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.