Denpasar (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan meminta masyarakat Bali tanya balik petugas sensus yang datang ke rumah untuk mengantisipasi petugas palsu.
“Balik tanya dia, bapak mau apa? Mau sensus ekonomi? Sensus ekonomi itu untuk apa? Kalau dia petugas dia akan memberikan penjelasan,” ucap Agus Gede di Denpasar, Rabu.
Hal ini disampaikannya untuk mengantisipasi indikasi petugas sensus palsu meskipun hingga saat ini tindakan tersebut diketahui belum ada di Bali.
Secara kasat mata, masyarakat dapat terlebih dahulu mengenali petugas dari seragamnya, dimana petugas resmi akan menggunakan rompi sensus, membawa surat tugas yang dapat dipindai kode barnya, membawa tanda pengenal, dan memberi pertanyaan yang masuk akal untuk sebuah sensus ekonomi.
“Jangan-jangan memang benar ada orang yang memanfaatkan itu, makanya masyarakat juga harus hati-hati, setahu saya di Bali belum belum ada ditemui tapi daerah lain yang saya lihat misalnya dia tidak menggunakan atribut,” ujarnya.
“Pertanyaan yang diberikan oleh petugas sensus ekonomi itu juga murni tentang kondisi perekonomian, baik kondisi ekonomi keluarga maupun usahanya,” sambung Kepala BPS Bali.
Agus Gede kembali menegaskan, petugas sensus resmi untuk Sensus Ekonomi 2026 hadir bertujuan untuk memotret secara menyeluruh semua sektor dan skala usaha tanpa terkecuali, data yang dihasilkan menjadi fondasi dalam memahami struktur perekonomian, memantau perkembangan dunia usaha, serta mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis data.
“Kenapa petugas perlu menanyakan pendapatan, pengeluaran usaha, karena kalau itu tidak diketahui, kita tidak bisa tahu skala usahanya, itu menjadi penting dan dijamin kerahasiaannya,” ucapnya.
Hingga saat ini Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Bali sudah berjalan 23 persen dari data awal yang dikantongi BPS Bali.
Kabupaten Buleleng menjadi daerah dengan progres paling cepat, dan capaian paling rendah di Kota Denpasar karena kawasan perkotaan dengan mobilitas masyarakat padat juga menyulitkan petugas bertemu di rumah.
Untuk itu, Agus Gede berharap masyarakat kooperatif mendukung suksesnya Sensus Ekonomi 2026 namun tetap mewaspadai tindakan penipuan oleh oknum.
Apabila sensus berjalan sesuai harapan pada akhirnya Provinsi Bali akan memiliki data valid di sektor ekonom dan kondisi ekonomi masyarakat akan terpotret sehingga pemerintah tahu intervensi apa yang harus dilakukan untuk masyarakat.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.