Pontianak (ANTARA) - PT PLN (Persero) menyatakan penurunan kemampuan pasok pada sistem kelistrikan Kalimantan Barat disebabkan gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.
Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat Mukhlis Zarkasih, di Pontianak, Sabtu mengatakan gangguan tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal.
Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, kata dia, PLN melakukan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sesuai kebutuhan operasional.
Ia menegaskan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara yang saat ini dalam kondisi aman.
Menurut Mukhlis, PLN terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia serta menambah pasokan listrik dari pembangkit milik mitra kerja guna meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
"Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan," katanya.
PLN menyatakan akan menyampaikan perkembangan penanganan gangguan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan serta menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pemulihan berlangsung.
Baca juga: Pemerintah pertahankan tarif listrik triwulan III 2026
Baca juga: PLN tambah daya listrik Sekolah Rakyat Pontianak jadi 485.000 VA
Baca juga: YBM PLN UID Kalbar gelar khitan sehat gratis bagi 139 anak
Pewarta: RilisUploader : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.