Palangka Raya (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan pihaknya terus memperkuat peran dalam mendukung program swasembada pangan sebagai salah satu prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Polda Kalimantan Tengah juga terus mendorong berbagai inovasi di sektor pertanian agar program swasembada pangan tidak berhenti pada peningkatan hasil panen semata, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat," katanya di Palangka Raya, Senin.
Berbagai inovasi yang telah dikembangkan di antaranya penanaman jagung dengan sistem tumpang sari pada lahan perkebunan sawit seluas 400 hektare.
Kemudian pengembangan pakan ternak berbahan hasil panen jagung, pemanfaatan limbah jagung berupa tongkol, batang, daun, dan kulit sebagai pakan ternak yang dapat disimpan lebih lama.
Selanjutnya pengembangan produk UMKM berbahan dasar jagung, pembuatan pestisida berbasis fermentasi, serta pengembangan pupuk kompos Gawi Barinjam di Kabupaten Sukamara.
"Inovasi tersebut menunjukkan dukungan Polri terhadap swasembada pangan tidak berhenti pada proses budidaya, tetapi juga mencakup penguatan nilai tambah hasil pertanian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Polda Kalimantan Tengah turut memperkuat akses pembiayaan bagi petani melalui kerja sama dengan Bank Himbara dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 17 kelompok tani yang melibatkan 44 petani dengan nilai pembiayaan mencapai Rp957 juta.
Polda Kalimantan Tengah juga memastikan pendampingan terhadap kelompok tani terus dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait, mulai dari penyediaan sarana produksi, peningkatan kapasitas petani, hingga pengembangan usaha berbasis hasil pertanian.
Langkah tersebut diharap mampu memperkuat kemandirian petani sekaligus menjaga keberlanjutan program swasembada pangan di Kalimantan Tengah.
"Dengan penguatan akses pembiayaan, penyaluran bantuan sarana produksi pertanian, serta pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap kesejahteraan petani terus meningkat seiring terwujudnya swasembada pangan di Kalimantan Tengah," demikian Iwan.
Sementara itu sepanjang 2025 hingga 2026, Polda Kalimantan Tengah telah melaksanakan panen jagung di lahan seluas 16.066 hektare dengan total produksi mencapai 72.478 ton, yang melibatkan 242 kelompok tani binaan Polri yang terdiri atas 2.687 petani.
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Rajib RijaliUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.