Kami tidak memiliki kepentingan lain selain menjadi perekat kerukunan umat beragama di Kabupaten Kubu Raya. Kami siap melanjutkan program kepengurusan sebelumnya sekaligus menyempurnakannya demi menjaga persatuan dan kebersamaan

Pontianak (ANTARA) - Bupati Kubu Raya Sujiwo menyebut daerahnya sebagai miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari enam agama dan sedikitnya 17 etnis, sehingga menjaga kerukunan dan persatuan menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah.

"Kubu Raya adalah miniatur Kalimantan Barat bahkan miniatur Indonesia. Di daerah ini hidup enam agama dan sedikitnya 17 etnis yang selama ini mampu hidup berdampingan dengan damai," katanya saat mengukuhkan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2031 di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya, Selasa.

Menurut Sujiwo, keberagaman yang dimiliki Kubu Raya merupakan kekuatan sekaligus tanggung jawab bersama yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan semangat persatuan.

Ia menegaskan persatuan dan kesatuan merupakan prioritas utama dalam kepemimpinannya. Karena itu, pemerintah daerah akan terus menjaga kondusivitas masyarakat agar pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

"Persatuan dan kesatuan bagi saya berada di atas segalanya. Saya rela dihujat, dicaci, bahkan dicabik-cabik, asalkan daerah yang saya pimpin tetap harmonis dan masyarakatnya hidup rukun," ujarnya.

Sujiwo mengatakan harmonisasi antarumat beragama menjadi modal dasar pembangunan. Menurut dia, sebesar apa pun anggaran yang dimiliki pemerintah tidak akan memberikan manfaat optimal apabila masyarakat hidup dalam konflik maupun perpecahan.

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen menjalankan amanat konstitusi yang menjamin kebebasan setiap warga negara memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Seluruh kebijakan pemerintah daerah, kata dia, akan tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Untuk memperkuat upaya tersebut, pemerintah daerah mendukung keberadaan FKUB sebagai mitra strategis dalam membangun komunikasi, edukasi, dan mediasi di tengah masyarakat. Dukungan itu juga diwujudkan melalui penyediaan fasilitas kerja serta bantuan operasional bagi forum tersebut.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2031 Ahmad Sudi mengatakan pihaknya akan memperkuat peran forum sebagai wadah komunikasi dan penyelesaian berbagai persoalan keagamaan melalui pendekatan dialog dan musyawarah.

"Kami tidak memiliki kepentingan lain selain menjadi perekat kerukunan umat beragama di Kabupaten Kubu Raya. Kami siap melanjutkan program kepengurusan sebelumnya sekaligus menyempurnakannya demi menjaga persatuan dan kebersamaan," katanya.

Ahmad Sudi menambahkan, FKUB akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya untuk mendeteksi dini potensi konflik dan memperkuat toleransi sehingga Kubu Raya tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis.

Baca juga: Bupati Kubu Raya perjuangkan tata niaga Rotan

Baca juga: Pemkab Kubu Raya hidupkan kembali semangat gotong royong



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026