Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah bersama umat Buddha setempat terus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkarakter melalui penguatan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat harmonis dan berdaya saing.

"Komitmen ini kami tandai dengan peresmian Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Buddhis Sikkhapana Mahametta di Kota Palangka Raya bersama Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI Supriyadi serta Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia YM Bhikkhu Sri Shubapanno Mahathera," kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin di Palangka Raya, Senin.

Dia mengatakan keberadaan pusat pendidikan dan pelatihan tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam membangun manusia yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter, moral, dan kepedulian sosial.

"Kehadiran pusat pendidikan dan pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, memiliki kebijaksanaan, serta mampu mengamalkan nilai-nilai dhamma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," katanya.

Menurut dia, pendidikan keagamaan memiliki peran strategis membentuk karakter masyarakat karena tidak hanya mengajarkan pemahaman keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, kasih sayang, tanggung jawab, serta semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.

Fairid Naparin yang Wali Kota Palangka Raya periode kedua ini, menilai sinergisitas antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, tokoh agama, yayasan, dan masyarakat menjadi modal penting menciptakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga penguatan kualitas manusia.

"Palangka Raya merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang majemuk. Keberagaman agama, suku, budaya, dan adat istiadat bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan antar-umat beragama sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia berharap, Gedung Pusdiklat Buddhis Sikkhapana Mahametta dapat dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran dhamma sekaligus wadah mencetak generasi Buddha yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

"Kolaborasi antara pemerintah dan umat beragama perlu terus diperkuat agar nilai-nilai moderasi, toleransi, dan gotong royong semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat, sehingga mampu mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.



Pewarta: Rendhik Andika
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026