Pontianak (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Barat menetapkan hasil rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026 dengan jumlah pemilih di wilayah tersebut mencapai 4.121.793 orang.
"Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat pleno rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Semester I Tahun 2026," kata Ketua KPU Kalimantan Barat MS Budi, di Pontianak, Selasa.
Dia mengatakan jumlah pemilih tersebut terdiri atas 2.102.362 pemilih laki-laki atau sekitar 51,01 persen dan 2.019.431 pemilih perempuan atau 48,99 persen, yang tersebar di 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
"Ada lebih kurang atau pastinya 4.121.793 jumlah pemilih di semester satu dengan jumlah laki-laki 2.102.362 dan jumlah pemilih perempuan 2.019.431," ujarnya.
Ia menjelaskan pemutakhiran data pemilih dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga akurasi daftar pemilih. Proses tersebut menurut dia, dilaksanakan setiap tiga bulan di tingkat kabupaten dan kota, kemudian direkap setiap enam bulan di tingkat provinsi sebelum dilaporkan kepada KPU RI.
"Perubahan data ini dapat disaksikan masyarakat karena setiap tiga bulan selalu di-update di tingkat kabupaten/kota, kemudian setiap enam bulan di-update di tingkat provinsi dan KPU Republik Indonesia," katanya.
Menurut Budi, mekanisme pemutakhiran berkelanjutan menjadi langkah penting untuk memastikan data pemilih selalu diperbarui sesuai perkembangan kondisi di lapangan, seperti adanya pemilih baru yang telah memenuhi syarat maupun perubahan data kependudukan lainnya.
Berdasarkan hasil rekapitulasi, jumlah pemilih Semester I Tahun 2026 mengalami kenaikan sebesar 1,22 persen dibandingkan hasil PDPB Semester II Tahun 2025.
Sementara itu, apabila dibandingkan dengan daftar pemilih pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah terakhir, jumlah pemilih di Kalimantan Barat meningkat sekitar 4,16 persen.
"Kalau kita cek berdasarkan data Semester II Tahun 2025 terhadap Semester I Tahun 2026, pertambahan datanya 1,22 persen. Kalau dibandingkan dengan Pilkada terakhir, pertumbuhan datanya sekitar 4,16 persen," kata Budi.
KPU Kalimantan Barat berharap pemutakhiran data pemilih secara berkala dapat menjaga kualitas daftar pemilih sehingga menjadi dasar yang akurat dalam penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan kepala daerah pada masa mendatang.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.