Palangka Raya (ANTARA) - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mochammad Choirul Anam mengatakan kericuhan yang terjadi saat penggerebekan bandar sabu di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, hingga mengakibatkan tiga personel Polres Katingan meninggal dunia dipicu teriakan provokasi keluarga bandar narkoba.

"Jadi, ketika petugas datang sudah sesuai SOP dan menunjukkan surat tugas resmi. Namun, pihak keluarga target operasi, justru meneriaki petugas dan mengatakan petugas merupakan perampok," kata Choirul Anam di Mapolda Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Selasa.

Ia mengatakan teriakan dari keluarga bandar sabu-sabu tersebut memicu kedatangan warga yang merupakan keluarga serta kerabat dekat dari bandar tersebut.

Melihat kondisi ricuh, personel Polres Katingan kemudian memilih mundur dan melarikan diri ke arah Sungai Katingan.

"Dalam kericuhan itu ada personel yang mengalami luka-luka sehingga mereka melarikan diri dengan berenang ke sungai," ucapnya.

Ia mengatakan para personel sempat berenang 500 meter, kemudian kembali ke daratan. Namun, saat kembali ke daratan, para personel tetap dikejar oleh terduga pelaku beserta keluarga dan kerabatnya.

"Hingga kejadian itu membuat tiga orang personel meninggal dunia. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban meninggal di darat, kemudian dibuang ke sungai," ujarnya.

Choirul Anam juga menjelaskan berdasarkan penelusuran sosial di lingkungan sekitar, keluarga pelaku ternyata dikenal memiliki rekam jejak sosial yang buruk dan sering meresahkan masyarakat.

Warga sekitar kerap mengeluhkan perilaku mereka yang intimidatif, seperti menggedor rumah warga sambil membawa senjata tajam.

Oleh karena itu, usai insiden tersebut, perangkat desa, tokoh adat dan warga sekitar justru menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran serta tindakan tegas pihak kepolisian.

"Kami meminta jajaran Ditreskrimum Polda Kalimantan Tengah untuk menerapkan pasal berlapis yang paling berat kepada seluruh pelaku yang terlibat, baik yang mengeksekusi di lapangan maupun aktor yang memerintahkan," kata Choirul Anam.

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kompolnas: Provokasi keluarga bandar picu kericuhan saat penggerebekan

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Rajib Rijali
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026