Istanbul (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu menuduh Amerika Serikat memanfaatkan statusnya sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026 untuk menekan negara-negara pesaing.

Pezeshkian melalui platform media sosial X menegaskan Teheran menolak keras tindakan “perundungan” yang dilakukan Washington.

“Perilaku pemerintah AS sebagai tuan rumah Piala Dunia mengikuti kebijakan luar negerinya selama ini: membengkokkan aturan, mengintimidasi lawan, menciptakan hambatan, dan berbuat curang. Ini adalah taktik MAGA mereka. Iran menolak permainan semacam itu. Kami teguh mempertahankan hak-hak kami,” tulis Pezeshkian.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah situasi geopolitik yang sangat tegang, menyusul serangan udara AS terhadap sasaran militer Iran akibat meningkatnya ketegangan maritim di Selat Hormuz, serta pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Teheran telah “berakhir.”

Pernyataan itu juga muncul setelah berminggu-minggu perselisihan terkait penyelenggaraan turnamen antara Teheran dan Washington.

Adapun ketegangan Amerika Serikat dan Iran meningkat akibat pembatasan visa yang ketat sehingga sejumlah staf teknis utama tim Iran tidak dapat memasuki wilayah AS. Selain itu, aturan keamanan yang diberlakukan juga melarang tim Iran mendirikan kamp pelatihan di wilayah Amerika Serikat.

Akibatnya, skuad Iran harus bermarkas di Tijuana, Meksiko, dan hanya diperbolehkan terbang ke AS pada hari pertandingan serta diwajibkan segera kembali setelah laga usai.

Meski menghadapi berbagai kendala logistik, Iran tetap tidak terkalahkan di fase grup sebelum perjalanan mereka berakhir pada 28 Juni 2026 setelah gagal lolos ke babak gugur.

Kritik Pezeshkian juga bertepatan dengan memanasnya perdebatan global mengenai integritas turnamen.

Kontroversi besar meletus setelah Trump menyatakan bahwa dirinya secara pribadi telah ikut campur dengan meminta Presiden FIFA Gianni Infantino membatalkan sanksi skors terhadap penyerang timnas AS Folarin Balogun.

Langkah tersebut memicu kritik keras dari sejumlah otoritas sepak bola Eropa dan tim lawan yang menilai telah terjadi campur tangan politik dalam olahraga.

Sumber: Anadolu

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Iran tuduh AS manfaatkan status tuan rumah Piala Dunia

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026