Pontianak (ANTARA) - Sebanyak 23 jurnalis mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia AMSI Kalimantan Barat, sebagai upaya memperkuat integritas dan kredibilitas pers di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap media.
"Kita sebagai jurnalis harus terus meneguhkan diri sebagai bagian dari empat pilar kebangsaan, empat pilar yang menjadi penjaga kekuasaan. Sehingga kita harus selalu memperbaharui diri, selalu meningkatkan kapasitas, selalu belajar hal-hal yang baru," kata Ketua AMSI Kalbar Muhlis Suhaeri di Pontianak, Kamis.
Dia mengatakan saat pembukaan kegiatan itu, UKJ merupakan sarana bagi jurnalis untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar tetap relevan menjalankan fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi sekaligus pengawas jalannya kekuasaan.
Menurut dia, tantangan yang dihadapi industri media saat ini tidak hanya berkaitan dengan perubahan model bisnis, tetapi juga menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk jurnalistik di berbagai negara.
Sementara itu, Ketua Penguji dari Kompas Johanes Heru Margianto, mengungkapkan berdasarkan laporan dari Reuters Institute for the Study of Journalism, tingkat kepercayaan masyarakat global terhadap media saat ini berada di bawah 50 persen.
Ia menjelaskan masyarakat kini semakin banyak mencari informasi melalui media sosial, influencer hingga teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini dan Meta, sehingga integritas menjadi modal utama yang harus dimiliki media arus utama.
"Apa kemudian yang tersisa dari kita kalau kepercayaan terhadap media secara global maupun lokal itu tidak melebihi dari separuh. Yang bisa kita pertahankan adalah integritas dan kredibilitas," kata Heru.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson yang membuka kegiatan tersebut secara resmi menekankan pentingnya standar profesi yang ketat bagi jurnalis sebagaimana profesi lain yang menyangkut kepentingan publik.
Menurut dia, di tengah kondisi dunia yang berada pada era VUCA, yakni Volatilitas (Volatility), ketidakpastian (Uncertainty), Kompleksitas (Complexity), dan Ambiguitas (Ambiguity), masyarakat membutuhkan informasi yang akurat, mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Begitu juga rekan-rekan wartawan. Wartawan ini harus memiliki benar-benar kompetensi. Jadi kalau misalnya pemberitaan untuk menginformasikan kepada masyarakat itu benar-benar yang namanya akurasi pemberitaan, kedalaman, dan etika dalam pemberitaan itu harus benar-benar terjaga. Jika Anda menjaga ini, maka kepercayaan masyarakat itu saya rasa akan tinggi," kata Harisson.
UKJ AMSI Kalbar 2026 menghadirkan lima penguji dari Kompas dan mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis, di antaranya Pemerintah Provinsi Kalbar, Polda Kalbar, BPJS Ketenagakerjaan, PT Dharma Inti Bersama, Sinar Mas Agribusiness and Food, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, PLN, GAPKI Kalbar, PT Borneo Alumina Indonesia, Wilmar, Indosat dan Aming Coffee.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UKJ AMSI Kalbar perkuat integritas dan kredibilitas jurnalis
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.