Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memprioritaskan gerakan nasional pemulihan lingkungan di tiga provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yakni Riau, Kalimantan Barat, dan Sumatra Selatan.
KLH menetapkan Kabupaten Muaro Jambi (Jambi), Pelalawan (Riau), dan Ogan Komering Hilir (Sumatra Selatan), dan Kubu Raya (Kalimantan Selatan) sebagai wilayah prioritas tertinggi pembasahan kembali lahan gambut serta pengawasan hidrologi, mengingat terdapat puluhan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) di bawah 40-80 cm dengan kategori rawan yang dapat memicu karhutla di wilayah-wilayah tersebut.
"Jadi ini bagian dari gerakan yang sama melibatkan pemerintah, pengusaha, masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat hingga tokoh agama yang menyambut baik rencana gerakan nasional pemulihan lingkungan ini. Daerah-daerah rawan kita yang paling utama ada tiga, itu di daerah Riau, terutama di Kabupaten Pelalawan, kemudian di daerah Kalimantan Barat, utamanya Kubu Raya, dan di Sumatera Selatan," kata Menteri LH Moh Jumhur Hidayat di Jakarta, Jumat.
Ia juga mengemukakan pemerintah berkolaborasi dengan berbagai pihak sudah melakukan revegetasi atau penanaman dan pemulihan kembali lahan gambut di beberapa lahan-lahan kritis seluruh Indonesia.
"Kemarin laporan terakhir dari Kementerian Kehutanan ada sekitar 400 ribu lahan kritis yang sudah ditanam kembali, dan kita dalam rangka ini ingin melakukan gerakan nasional pemulihan lingkungan," ujar dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KLH prioritaskan pemulihan lingkungan di 3 provinsi rawan karhutla
Pewarta: Lintang Budiyanti PrameswariEditor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.