Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan tidak ada lagi desa berstatus tertinggal di wilayah tersebut seiring meningkatnya status pembangunan desa yang kini didominasi kategori mandiri dan maju.
"Alhamdulillah desa tertinggal sudah tidak ada lagi di Kalbar, ini patut kita syukuri. Namun pekerjaan kita belum selesai karena kita ingin seluruh desa semakin maju, semakin mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya," kata Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat menghadiri pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPD PKDI) Kalimantan Barat di Pontianak, Jumat.
Ria Norsan mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam mempercepat pembangunan hingga ke tingkat akar rumput.
Berdasarkan data tahun 2025, sebanyak 1.045 desa di Kalimantan Barat telah berstatus mandiri, 529 desa berstatus maju, dan 472 desa masuk kategori berkembang.
Menurut Norsan, keberhasilan tersebut menunjukkan pembangunan desa di Kalbar terus bergerak ke arah yang lebih baik, meskipun masih diperlukan upaya untuk meningkatkan jumlah desa mandiri dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 2.046 desa di Kalimantan Barat yang menjadi sasaran berbagai program strategis pemerintah sehingga kepala desa memiliki peran penting sebagai ujung tombak pembangunan nasional.
Salah satu program prioritas pemerintah yang saat ini mulai dijalankan di seluruh desa adalah pembentukan Koperasi Merah Putih yang diharapkan mampu memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
"Program Koperasi Merah Putih akan dikomandoi oleh kepala desa. Karena itu saya berharap seluruh kepala desa dapat menjadi motor penggerak agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.
Norsan menegaskan kepala desa tidak hanya berperan sebagai administrator pemerintahan, tetapi juga pemimpin pembangunan yang menentukan arah kemajuan wilayah dan kualitas hidup masyarakat di desa masing-masing.
Untuk mempercepat pembangunan desa, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga menjalankan program Gema Membangun Desa yang mengedepankan pendekatan turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi dan menyelesaikan persoalan masyarakat secara bersama-sama.
Salah satu implementasi program tersebut dilakukan di Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, yang saat ini dipersiapkan menjadi kawasan wisata sekaligus kawasan strategis perbatasan Indonesia-Malaysia guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Sementara itu, Ketua Umum PKDI Sujiono mengatakan kepala desa merupakan pelaksana terdepan pemerintahan sehingga keberhasilan berbagai program nasional maupun daerah sangat ditentukan oleh kapasitas dan kepemimpinan pemerintah desa.
"Kita adalah pelaksana terdepan pemerintahan di desa. Karena itu mari kita kawal dan sukseskan program pemerintah agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat desa," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kalbar pastikan tak ada lagi status Desa Tertinggal
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.