Singkawang (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti menekankan percepatan penurunan stunting memerlukan sinergi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan, mulai dari tenaga kesehatan hingga masyarakat, agar intervensi yang dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran.

Menurut Dwi, penguatan kolaborasi dengan tenaga kebidanan, puskesmas, dan kader posyandu menjadi kunci dalam meningkatkan upaya pencegahan stunting, terutama melalui edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.

"Pemerintah harus meningkatkan kerja sama dengan tenaga kebidanan melalui penyuluhan maupun sosialisasi secara intensif hingga ke tingkat posyandu, sehingga edukasi mengenai pencegahan stunting dapat langsung diterima masyarakat," katanya di Singkawang, Senin.

Hal itu disampaikan saat menghadiri pemaparan Action Plan Percepatan Penurunan Stunting oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Singkawang.

Ia mengatakan posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga perlu terus diperkuat, baik dari sisi pelayanan maupun partisipasi masyarakat dalam memantau tumbuh kembang balita.

Berdasarkan hasil pemantauan status gizi Semester I Tahun 2026, capaian penimbangan balita atau D/S di Kota Singkawang baru mencapai 40,21 persen atau sebanyak 5.988 balita.

Capaian tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus ditingkatkan melalui optimalisasi layanan posyandu dan peningkatan kesadaran masyarakat membawa balita ke posyandu secara rutin.

Dalam pemaparan tersebut juga disampaikan bahwa hingga Semester I Tahun 2026 terdapat sembilan kasus gizi buruk di Kota Singkawang. Dari jumlah tersebut, tiga balita telah dinyatakan sembuh, tidak terdapat kasus meninggal dunia, sedangkan kasus lainnya masih menjalani penanganan intensif oleh tenaga kesehatan.

Dwi mengatakan hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah strategis yang lebih terarah untuk mempercepat penurunan stunting di Kota Singkawang.

"Saya meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas intervensi spesifik maupun sensitif, serta memastikan setiap program penanganan stunting dapat berjalan tepat sasaran," katanya.

Ia menambahkan keberhasilan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk pemenuhan gizi, sanitasi, pendidikan, serta perubahan perilaku masyarakat sehingga target penurunan stunting di Kota Singkawang dapat tercapai secara berkelanjutan.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026