Pontianak (ANTARA) - Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat Sujiwo menegaskan komitmennya mengembalikan kejayaan sektor pertanian melalui penguatan pendampingan kepada petani, perlindungan lahan produktif, serta pemberian bantuan yang tepat sasaran guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Selama empat tahun terakhir sektor pertanian di Kabupaten Kubu Raya mengalami penurunan, termasuk menyusutnya lahan pertanian produktif akibat alih fungsi lahan maupun peralihan sebagian petani ke komoditas lain yang dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi," kata Sujiwo saat menghadiri Panen Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Kubu Raya sekaligus Syukuran Panen Padi Gadu di Parit Ngabeh, Desa Arang Limbung, Rabu.
Menurut Sujiwo, panen raya yang dilaksanakan di lahan seluas sekitar enam hektare itu menjadi momentum membangkitkan kembali semangat petani di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir.
"Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat yang beralih menanam sawit karena tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun pemerintah juga harus hadir memberikan perhatian kepada petani agar sektor pertanian tetap menjadi pilihan yang menjanjikan," tuturnya.
Karena itu, Sujiwo meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) lebih aktif turun ke lapangan untuk mendampingi petani serta memetakan berbagai persoalan yang dihadapi kelompok tani.
Ia menegaskan kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat mulai dari penyediaan pupuk, pestisida, pengendalian hama, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga pendampingan teknis guna meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
"Saya minta Dinas Pertanian lebih banyak hadir di lapangan. Tanyakan langsung apa kebutuhan petani, apa persoalannya, dan apa yang harus dibantu. Penyuluh pertanian juga harus lebih banyak berada di lapangan memberikan edukasi dan pendampingan," katanya.
Sujiwo menambahkan pemerintah daerah akan memprioritaskan bantuan kepada kelompok tani yang aktif serta mempertahankan lahan pertanian produktif agar tidak terus beralih fungsi. Ia juga memastikan bantuan hand tractor rotary untuk Kelompok Tani Tunas Harapan I akan direalisasikan melalui APBD Perubahan pada September 2026.
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pemerintah daerah juga mendorong hilirisasi terutama pada komoditas hortikultura dan buah-buahan sebagai upaya menciptakan nilai tambah dan menjaga pendapatan petani saat harga komoditas mengalami penurunan pada musim panen.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya Agus Siswandi mengatakan kawasan pertanian Parit Ngabeh memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi pangan sekaligus kawasan agrowisata.
Menurut dia, produktivitas padi di kawasan tersebut telah mencapai lebih dari empat ton per hektare atau berada di atas rata-rata produktivitas Kabupaten Kubu Raya yang berkisar tiga ton per hektare serta didukung kemampuan tanam dua kali dalam setahun.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.