Pontianak (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat capaian pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di daerah itu telah mencapai 43,13 persen hingga 13 Juli 2026 atau melampaui target nasional sebesar 40 persen yang ditetapkan untuk 15 Juli 2026.

"Target nasional untuk 15 Juli sebesar 40 persen, sementara Kalimantan Barat hingga 13 Juli sudah mencapai 43,13 persen," kata Kepala BPS Kalimantan Barat Muh. Saichudin di Pontianak, Rabu.

Dia mengatakan capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan pendataan di Kalbar berjalan sesuai harapan meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kondisi geografis hingga keterbatasan infrastruktur pendukung.

Ia menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda statistik nasional yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali untuk memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Menurut dia, data yang dihasilkan dari sensus tersebut akan menjadi rujukan pemerintah dalam merumuskan berbagai program pembangunan ekonomi, termasuk pengembangan usaha, investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pendataan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah untuk menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, mulai dari sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, kesehatan, pendidikan, hingga usaha berbasis digital yang dijalankan dari rumah tangga.

Namun demikian, pelaksanaan pendataan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama akses menuju wilayah pedalaman yang sulit dijangkau serta keterbatasan jaringan internet di beberapa daerah.

Sementara itu, di kawasan perkotaan, sebagian masyarakat masih ragu menerima kedatangan petugas sensus sehingga BPS terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Saichudin menegaskan seluruh petugas sensus telah dibekali surat tugas, kartu identitas, serta rompi resmi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat memberikan informasi yang dibutuhkan.

"Kami berharap masyarakat tidak ragu menerima petugas dan memberikan jawaban yang jujur karena data yang dikumpulkan semata-mata untuk kepentingan statistik," katanya.

BPS Kalbar mencatat Kabupaten Mempawah menjadi daerah dengan progres pendataan tercepat, disusul Kabupaten Kubu Raya, Bengkayang, Sambas, Sekadau, dan Kapuas Hulu, sedangkan Kota Pontianak dan Kabupaten Kayong Utara masih memerlukan percepatan pelaksanaan pendataan.

Saichudin optimistis capaian pendataan di Kalimantan Barat akan meningkat menjadi 46 hingga 47 persen pada 15 Juli 2026 serta menegaskan seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan dalam bentuk data agregat untuk mendukung penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih akurat dan berkelanjutan.



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026