istanbul (ANTARA) - Sebuah fasilitas minyak utama di Kuwait rusak akibat diserang bertubi-tubi oleh Iran pada Sabtu pagi, demikian pernyataan Kuwait Petroleum Corporation.
Serangan tersebut mengakibatkan sejumlah orang terluka dan dirawat di rumah sakit. Sementara itu, fasilitas tersebut mengalami kerusakan yang signifikan.
Sebelumnya pada hari yang sama, personel Jenderal Angkatan Darat Kuwait mengatakan pasukan pertahanan udara terus menghalau serangan gabungan rudal dan drone.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pasukan Iran berhasil menyerang terminal bahan bakar di pelabuhan Al Ahmadi di Kuwait yang memasok armada AS.
Sejak 8 Juli 2026, pasukan militer AS meluncurkan sejumlah rangkaian serangan terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran kemudian menyerang balik ke pangkalan udara milik AS di beberapa negara di Timur Tengah.
Pada 9 Juli 2026, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran sudah tidak berlaku lagi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Fasilitas minyak utama Kuwait rusak diserang Iran
Pewarta: Asri Mayang SariUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.