Pontianak (ANTARA) - SMA Negeri 10 Pontianak menggandeng berbagai instansi dan komunitas dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk membekali peserta didik baru dengan karakter, literasi, dan keterampilan hidup sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah.
"Kami ingin MPLS benar-benar efektif dengan menghadirkan pemateri yang profesional. Anak-anak tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga mulai merencanakan masa depan sejak hari pertama masuk SMA," kata Kepala SMA Negeri 10 Pontianak Sukran di Pontianak, Senin.
Dia mengatakan MPLS dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, dengan kegiatan hingga pukul 12.00 WIB agar peserta didik dapat mengikuti seluruh rangkaian secara nyaman, aman, dan menyenangkan.
Sukran menjelaskan sekolah melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya LKBN ANTARA Biro Kalimantan Barat, Polsek Pontianak Selatan, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, BKKBN, Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Komunitas Rupa Kalbar, serta Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Pontianak.
Menurut Sukran, LKBN ANTARA memberikan materi literasi media dan jurnalistik yang menghadirkan jurnalis Antara Kalbar, Rendra Oxtora, agar peserta didik mampu memahami cara memperoleh, mengolah, serta menyebarluaskan informasi secara bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.
Selain itu, peserta didik juga mendapatkan edukasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat, kesehatan remaja, pergaulan sehat, perlindungan anak, hingga pengembangan kreativitas melalui visual storytelling yang memadukan seni menggambar dan kemampuan bercerita.
Di bidang akademik, SMA Negeri 10 Pontianak juga memperkuat budaya berbahasa Inggris melalui kolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Pontianak. Sekolah menargetkan sedikitnya 50 persen lulusan mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Sukran menambahkan pengembangan kompetensi peserta didik juga dilakukan melalui beragam kegiatan ekstrakurikuler, seperti jurnalistik, pramuka, paskibra, basket, karate, tinju, pecinta alam, Palang Merah Remaja, hingga band yang telah beberapa kali meraih prestasi di tingkat Kota Pontianak maupun Kalimantan Barat.
Sementara itu, Kepala LKBN ANTARA Biro Kalimantan Barat Andi Lala mengatakan pengenalan literasi media sejak jenjang sekolah menengah menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi maupun memproduksi informasi.
"Peserta didik perlu memahami bagaimana membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan. Di ANTARA, kami juga memperkenalkan dasar-dasar jurnalistik, mulai dari teknik wawancara, penulisan berita, hingga verifikasi informasi sebagai bekal menghadapi ekosistem digital saat ini," katanya.
Menurut Andi Lala, kolaborasi antara dunia pendidikan dan media menjadi upaya strategis dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia jurnalistik dan komunikasi. Ia berharap materi yang diberikan dapat mendorong peserta didik lebih bijak menggunakan media sosial serta mampu menghasilkan konten yang informatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sukran menegaskan sekolah akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga profesional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, serta membentuk lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.